top info

Monday, August 22, 2011

Material Misterius Muncul di Kutub Utara



 
NOAA Material misterius berwarna oranye dilihat dengan mikroskop diketahui merupakan kumpulan telur, namun belum dipastikan dari mana asal spesiesnya.
 
Pekan lalu, sebuah material misterius berwarna oranye muncul di kutub utara Bumi. Para ilmuwan belum dapat memberikan jawaban yang pasti untuk menjelaskan material tersebut.
Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti gas.
Anehnya, saat diambil dari laut, substansi itu tidak memiliki bau dan ‘sangat lembut. "Bentuknya seperti minyak bayi," kata Janet Mitchell, seorang pejabat kota Kivalina.
Setelah gelombang tinggi menyapu material oranye itu pergi, masyarakat setempat baru menyadari bahwa material mungkin pula beracun. Pasalnya, sejumlah ikan kecil mati setelah material itu hadir di pantai. Akan tetapi, ilmuwan belum dapat memastikan hal tersebut.
Sampel material dikirimkan ke Auke Bay Laboratories milik NOAA Alaska Fisheries Science Center di Juneau untuk diidentifikasi. Di bawah mikroskop, tampak struktur seluler yang berbentuk seperti manik-manik, memberi petunjuk bahwa material jingga itu merupakan serangkaian telur-telur ikan.
Akan tetapi, ahli biologi kelautan tidak menganggap ikan-ikan kecil yang mati merupakan induk telur-telur tersebut. "Kami telah menentukan bahwa ini merupakan telur hewan invertebrata kecil meski kami tidak bisa menyebutkan spesiesnya secara pasti," kata Jeep Rice, seorang ketua ilmuwan NOAA di laboratorium Juneau.
"Saat ini kami perkirakan bahwa material jingga merupakan telur atau embrio sejenis binatang air kecil berkulit keras. Tetesan molekul yang larut dalam lemak di bagian tengah yang menyebabkan munculnya warna oranye," ucapnya.
Kivalina Village dan lab NOAA di Juneau kini menunggu kabar dari laboratorium lain di South Carolina yang memiliki spesialisasi di pertumbuhan fitoplankton untuk mempelajari identitas induk dari telur-telur yang menginvasi itu. "Kami sangat tidak sabar untuk mengetahuinya," kata Julie Speegle, juru bicara lab Juneau. (National Geographic Indonesia)

Sunday, August 21, 2011

Militan Gaza Terus Tembakkan Roket



   
Seorang anak Palestina dan seorang pria mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit al-Najar Hospital doi Kota Rafah sebelah selatan Jalur Gaza. Keduanya menjadi korban serangan Israel yang menewaskan satu warga Palestina dan tujuh orang lain luka-luka, Selasa (16/08/2011).



JERUSALEM,  Kelompok militan di Jalur Gaza, wilayah otoritas Palestina yang dikuasai kelompok garis keras Hamas, terus menembakkan roket dan mortir ke wilayah Israel selatan, Minggu (21/8/2011) pagi. Eskalasi konflik terbaru Palestina dan Israel terancam meningkat.

Konflik bersenjata terbaru ini pecah setelah Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza, yang menewaskan lebih dari 12 warga Palestina. Israel melakukan serangan itu untuk membalas penyergapan yang menewaskan delapan warga Israel di dekat perbatasan Mesir-Israel, Kamis lalu.
Sejak saat itu, pejuang Palestina di Gaza membalas dengan menembakkan tak kurang dari 100 roket dan peluru mortir ke berbagai sasaran di Israel. Serangan roket pada hari Sabtu menewaskan satu warga Israel dan melukai dua orang lainnya.
Menurut pihak militer Israel, kelompok militan itu menembakkan sedikitnya 20 roket sepanjang Minggu pagi, tetapi tidak menimbulkan korban serius. Para perwira senior Israel pun bertemu pada Sabtu tengah malam untuk membahas apakah akan meningkatkan serangan balasan ke Gaza.
"Israel tak akan ragu-ragu memperluas operasi militernya jika diperlukan. Kami akan melihat dulu bagaimana perkembangan situasi di lapangan," tutur juru bicara Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Brigadir Jenderal Yoav Mordechai, melalui radio Israel.

Kapal India Dibajak di Oman



DOKUMEN JOHANES KARMELIUS Ilustrasi



NEW DELHI, KOMPAS.com- Kapal tanker Fairchem Bogey milik India dilaporkan dibajak di dekat Pelabuhan Oman, Sabtu (20/8/2011). Sebanyak 21 pelaut India yang mengawaki kapal tersebut kini menjadi sandera.

Direktur Jenderal Perkapalan (DGS) India yang berpusat di Mumbai menyatakan, Minggu (21/8/2011), kapal tersebut dibajak saat buang sauh di lepas pantai Pelabuhan Salalah, Oman. Kapal tersebut sedang menunggu izin untuk merapat di pelabuhan tersebut.
"Pihak Penjaga Pantai Oman diperingatkan oleh para pembajak untuk menjauh agar menghindari jatuhnya korban di pihak awak kapal," ungkap Anglo-Eastern Ship Management, perusahaan pemilik kapal tanker itu.
Oman terletak di pintu masuk Teluk Persia, kawasan sangat strategis dan dikawal ketat karena merupakan perlintasan sebagian besar pasokan minyak mentah dunia. Wilayah operasi para perompak, yang diduga kuat berasal dari jaringan bajak laut Somalia, semakin luas dan tindakan mereka makin nekat, meski negara-negara di dunia sudah melakukan patroli laut bersama di kawasan jalur perdagangan laut itu.
Tahun 2010, total 1.181 pelaut diculik bajak laut. Juni lalu, enam pelaut India dibebaskan setelah ditahan selama 10 bulan oleh perompak Somalia ini. Mereka dilaporkan diperlakukan "bagai binatang", semua diikat dengan rantai dan jarang diberi makan atau air minum.
Sebaliknya, Angkatan Laut India juga berhasil menangkap lebih dari 100 bajak laut dalam serangkaian bentrokan dengan pihak perompak di dekat Kepulauan Lakshadweep, tahun ini.

Pesawat Jatuh di Kutub Utara Kanada, 12 Orang Tewas




NUNAVUT, Sebuah pesawat carteran Boeing 737 jatuh di wilayah kutub utara Kanada dan menewaskan 12 orang. Demikian disampaikan polisi, Sabtu (20/8/2011).


Kepolisian Kanada (RCMP) mengatakan, pesawat itu jatuh pada Sabtu sore di dekat dusun Resolute Bay di wilayah kutub utara Nunavut. The First Air, yang dicarter itu, sedang melakuan perjalanan dari Yellowknife ke Resolute Bay.
Polisi senior RCMP, Angelique Dignard, menyebutkan, 12 orang tewas dalam kecelakaan itu dan tiga orang lainnya terluka. Pesawat itu membawa 15 orang, termasuk empat awak.
Mayor Gerald Favre di pusat tim SAR di CFB Trenton menyatakan, pesawat tersebut sudah di wilayah yang menjadi bagian dari latihan operasioanal dan telah membantu masyarakat lokal dalam operasi penyelamatan. Akan tetapi, pesawat yang jatuh itu bukan bagian dari latihan.

12 Dead in Plane Crash in Canadian Arctic



MONTREAL,  - Twelve people were killed and three others injured Saturday when a passenger jet crashed in the Canadian Arctic, federal police said. A Boeing 737 operated by First Air with 15 people on board, four of them crew members, crashed a few kilometers (miles) from Resolute Bay in the Arctic territory of Nunavut, shortly before 1:00 pm (1800 GMT), police said.
The plane was en route from Yellowknife to Resolute Bay when it crashed. The jet was then scheduled to travel on to Grise Fiord on the southern tip of Ellesmere Island.
Doctors arrived quickly at the scene, according to emergency services at the Trenton military base in Ontario. “Our investigators are already working there. The black boxes have been located,” Transportation Safety Board of Canada spokesman Chris Krepski told AFP.
Investigators have so far refrained from speculating about the causes of the accident. Reports indicated there was fog in the area when the plane crashed.
Police and local officials in Resolute Bay — home to about 200 people — were not immediately available for comment on what may have caused the deadly crash or the identities of the victims. There was also no new information about the condition of the three people injured.
First Air links about 25 communities in Canada’s far north to major cities such as Ottawa, Montreal and Edmonton. The doomed plane was made in 1975, and purchased by First Air in 1989, according to Radio Canada.
Hundreds of military personnel were in the Resolute Bay area participating in military exercises codenamed “Operation Nanook.” Prime Minister Stephen Harper was expected there Monday as part of his annual trip to the Arctic, which coincides with the drills. Governor General David Johnston was also due in the area over the weekend.

Susunan Gen Ganja Berhasil Dipetakan



 
 
Susunan kode genetik atau genom tanaman ganja berhasil diurutkan oleh tim peneliti dari Medicinal Genomics, perusahaan farmasi yang berbasis di Belanda. Temuan ini diharapkan bisa menjadi perintis untuk penelitian efek tanaman ganja dalam pengobatan kanker.
Susunan gen tersebut sekarang masih "mentah", belum pada bentuk yang sudah dapat digunakan. Namun, saat proses itu selesai, tiap gen yang aktif menyusun tanaman ini akan terurai dan dapat diisolasi.
"Memahami gen-gen ini serta karakteristiknya akan memungkinkan kita mengontrol berbagai kandungan di dalam tanaman ganja," ujar Kevin McKernan dari Medicinal Genomics.
Penelitian ini diharapkan bisa menjadi terobosan baru bagi dunia pengobatan karena merintis jalan menuju penelitian efek tanaman ganja untuk pengobatan kanker dan peradangan.
Ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantong karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja digunakan sebagai sumber minyak. Tumbuhan ini sering pula disalahgunakan untuk mabuk-mabukan. (National Geographic)

Misteri Guci Romawi Belum Terpecahkan



Katie Urban/Museum of Ontario Archaeology Guci dari zaman Romawi berumur 1.800 tahun yang belum terungkap digunakan untuk apa pada saat itu. 
 
Guci dari zaman Romawi kuno menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Meskipun sudah direstorasi, ilmuwan belum dapat mengidentifikasi artefak tersebut.
"Ilmuwan dibuat bingung oleh guci misterius tersebut. Kami sudah kirim guci kepada beberapa ahli tembikar Romawi dan ahli tembikar lain, tapi belum ada satu pun yang bisa memberikan informasi," kata Katie Urban, seorang peneliti di London.
Guci yang memiliki tinggi 40 sentimeter tersebut diperkirakan berasal dari 1.800 tahun lalu. Sebelum disusun ke bentuk semula, guci itu terdiri atas 180 keping potongan tak dikenal yang tersimpan di Museum of Ontario Archeology. Setelah disusun kembali, guci tetap misterius karena bentuknya yang penuh lubang.
Pendapat para ahli umumnya bisa dibagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama menduga guci tersebut adalah lampu. Sementara kelompok lain memperkirakan guci itu adalah tempat penyimpanan binatang, seperti tikus dan ular. Namun, lagi-lagi itu semua masih dugaan belaka karena sampai saat ini belum ada artefak lain serupa guci itu yang ditemukan.
Selain itu, misteri juga masih menyelimuti kepastian asal-usul artefak kuno tersebut. Sebuah dokumen penelitian menyebutkan, guci itu merupakan salah satu artefak Romawi Inggris yang dihibahkan kepada pihak museum pada tahun 1950 oleh seorang arkeolog bernama William Francis Grimes. Namun, Urban berpendapat lain. "Bagaimana guci itu bisa menjadi koleksi kami belum jelas 100 persen. Kami masih berupaya mencari penjelasannya," kata Urban.
Saat ini, guci tersebut dipamerkan di Museum of Ontario Archeology sebagai bagian dari pameran "Ur and Roman Britain". (National Geographi)

Mikroskop Sinar-X Setajam Mata Superman



 
SAN DIEGO Pola menyerupai sidik jari ini adalah foto skala atom material campuran besi dan gadolinium. 
 
SAN DIEGO,  Menciptakan peralatan untuk membantu manusia melihat setajam Superman bukan lagi mimpi. Ashish Tripathi, mahasiswa pascasarjana University of California di San Diego, AS menciptakan mikroskop sinar-X dengan kemampuan melihat sangat tajam, hingga ketelitian sepersatu miliar meter.
Mikroskop ini tidak membutuhkan lensa. Untuk mencitrakan suatu objek, mikroskop menggunakan program komputer yang bisa mengubah pola pantulan sinar X menjadi gambar objek yang mudah diinterpretasikan, menyajikan citra dalam skala atom.
Oleg Shpyrko, fisikawan yang menjadi pembimbing penelitian mengatakan, mikroskop berperan dalam nanoteknologi. "Kita bisa membuat sesuatu dalam skala nano, tapi kita tidak bisa melihat dengan baik. Mikroskop memungkinkan karakterisasi material nano," kata Shpyrko.
Kemampuan mikroskop ini telah diuji. Peneliti membuat film berbahan besi dan gadolinium. Setelah dilihat dengan mikroskop, gabungan kedua elemen itu berhasil terlihat sebagai pola medan magnet yang berkelok-kelok, menyerupai sidik jari.
Shpyrko mengatakan, mikroskop ini bisa dipakai untuk melihat bagaimana material satu dan lainnya bergabung sehingga bisa mengupayakan efisiensi produksi material skala nano. Aplikasi lain ialah melihat karakter magnetik material untuk mengupayakan magnetic data storage lebih baik.
Mikroskop ini juga bisa memecahkan beberapa misteri. Misalnya, kemampuan baterai selalu menurun karena degenerasi interface antara elektroda dan elektrolit, tapi tak ada yang tahu pasti prosesnya. Dengan mikroskop ini sebab dan solusi mengatasinya bisa diamati.
"Dengan mikroskop ini, kita bisa melihat pada interface yang paling sulit," kata Shpyrko seperti dilansir situs Foxnews, Jumat (19/8/2011). Hasil penelitian ini dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi teranyar.

Besok, Malam Terbaik Berburu Neptunus



Stellarium Posisi Neptunus (garis merah empat buah) pada Senin (22/8/2011) menjelang tenggalm di barat, pukul 04.00 WIB seperti simulasi Stellarium. 
 
KOMPAS.com — Tak sepanjang tahun Planet Neptunus bisa diamati dengan mudah. Nah, Senin (22/8/2011) malam, akan menjadi malam terbaik untuk berburu Neptunus. Pasalnya, besok, Bumi akan melewati wilayah antara Neptunus dan Matahari, membuat planet terjauh dalam tata surya itu dikatakan memasuki titik oposisi. Neptunus akan terbit dari timur, semakin naik dan akhirnya tenggelam di arah barat.
Kala berada dalam titik oposisi, Neptunus akan berada di seberang Matahari dari sudut pandang orang di Bumi. Ini juga berarti bahwa Neptunus sedang berada dalam titik terdekatnya dengan Bumi tahun ini, membuatnya bersinar tampak bersinar lebih terang dari biasanya.
Karena bersinar lebih terang, pengamat di Bumi lebih mudah melihatnya. Tapi, untuk melihatnya lebih jelas lagi harus menggunakan alat bantu, berupa binokuler atau teleskop kecil. Jika memiliki teleskop besar atau memungkinkan pergi ke planetarium atau observatorium, itu ide yang lebih bagus.
Meski lebih terang, untuk melihatnya masih merupakan tantangan. Jarak terdekat yang dicapai Neptunus adalah 4,3 miliar km dari Bumi sehingga planet ini sebenarnya masih tampak redup. Perlu kesabaran dan strategi untuk menemukannya.
Situs Space.com memberikan peta langit untuk panduan pengamatan. Anda bisa mencari letak konstelasi Capricornus yang relatif mudah dikenali. Selanjutnya, carilah letak bintang Deneb Algiedi dan Iota Aquarii. Neptunus terletak di atas Iota Aquarii.
Dengan binokuler atau teleskop kecil, Neptunus hanya akan tampak sebagai titik bulat berwarna hijau kebiruan. Sementara, dengan teleskop yang lebih besar disertai perbesaran 200 kali, Neptunus akan tampak sebagai piringan kecil.
Neptunus adalah planet terjauh dalam tata surya, setelah Pluto dihapus dari daftar planet. Jarak Neptunus adalah 30 kali jarak Bumi-Matahari, atau 4,5 miliar km bila tak sedang oposisi. Planet ini mengelilingi Matahari dalam waktu sangat lama, 164,79 tahun.
Pada 1 Juli 2011 lalu, Neptunus baru saja menyelesaikan revolusi pertama sejak ditemukan 23 September 1846. Sejauh ini, hanya 1 wahana antariksa yang berhasil mencapai planet ini, yakni Voyager 2. Hingga kini, masih banyak misteri planet berukuran 4 kali Bumi ini yang belum terkuak.

Di Mars, Lebih Baik Jadi Vegetarian



 
 
Kolonisasi Mars telah direncanakan sejak saat ini. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menargetkan, pada tahun 2030, manusia bisa mendarat di Mars. NASA sebagai pelaksanan misi juga telah menjalin kerja sama dengan SpaceX, perusahaan milik space enterpreneur Elon Musk, untuk mengembangkan kendaraan menuju planet merah itu.
Salah satu hal yang dipertimbangkan berkaitan dengan misi ke Mars adalah soal makanan. Jika makanan harus dikirim dari Bumi, pastinya biayanya sangat mahal karena ongkos transportasi. Sementara, sejauh ini belum ada hasil riset yang mengatakan bahwa tanaman atau hewan ternak bisa dibudidayakan in situ di Mars.
Di antara ketidakpastian, presiden People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), Ingrid E. Newkirk, mengatakan, menjadi vegetarian adalah pilihan terbaik untuk hidup di Mars. Ia mengatakan, menjadi vegetarian bisa memberi kesempatan menikmati hidup lebih lama di Mars dan terhindar dari penyakit.
"Jika visi kolonisasi Mars Elon Musk menjadi kenyataan, hal terakhir yang orang butuhkan adalah penyakit dan kehancuran akibat memakan hewan. Apakah Anda hidup di rumah baru di Mars maupun bertahan di Bumi, menjadi vegetarian adalah cara terbaik untuk menikmati hidup selama mungkin," kata Newkirk seperti dikutip Space.com, Jumat (19/8/2011).
Menyatakan keseriusannya, Newkirk atas nama organisasinya mengirimkan surat ke Elon Musk pada Senin (8/8/2011) lalu. Surat itu menyatakan, "Kita bisa mendapatkan makanan yang benar di biosfer baru kita dengan memastikan bahwa pesawat SpaceX  hanya membawa stok makanan vegetarian dan koloni berkomitmen punya diet non hewan setelah tiba."
Musk pun menanggapi pernyataan Newkirk, namun ia hanya mengatakan bahwa vegetarian mungkin adalah taktik jitu di awal kolonisasi. Ia mengungkapkan, "Saya adalah pendukung pilihan bebas untuk masa depan di Mars. Ini artinya, kemungkinan besar koloni awal Mars memang memiliki diet vegetarian karena keterbatasan lahan dan energi untuk beternak."
Hingga misi astronot di International Space Station (ISS) berjalan puluhan tahun, NASA belum memiliki larangan memakan makanan hewan. Justru, beberapa menu makanan yang diberikan pada astronot ISS berbahan hewan, seperti daging sapi, udang dan ayam.Belum ada pula penelitian bahwa menjadi vegetarian akan meningkatkan survival di luar Bumi.
Tapi, pernyataan Musk ada benarnya. Saat kondisi belum memungkinkan untuk beternak, menjadi vegetarian adalah strategi jitu. Tanaman lebih mudah dibudidayakan daripada hewan. Ketika kondisi sudah memungkinkan dan teknik budidaya ditemukan, seperti di Bumi, vegetarian hanya sebuah pilihan saja.

Saturday, August 20, 2011

Pilot Red Arrows Ditemukan Tewas





Plane brilliant: The usually spectacular Red Arrows display was given a helping hand by Mother Nature

LONDON,  Pilot pesawat tim aerobatik Red Arrows dari Angkatan Udara Inggris (RAF) yang jatuh pada Sabtu (20/8/2011) ditemukan tewas. Letnan (Pnb) Jon Egging dinyatakan tewas seketika setelah pesawat Hawk T1 yang ia terbangkan kehilangan ketinggian saat melakukan berbagai manuver aerobatik dan jatuh di ladang dekat lapangan udara Bournemouth, Inggris.

Pilot berusia 33 tahun itu terlempar dari pesawat saat kecelakaan terjadi pukul 13.50 waktu setempat. Istrinya, Emma Egging, melihat detik-detik terakhir sebelum pesawat suaminya terempas ke tanah.
"Melihat dia hari ini, saya adalah orang paling bangga. Saya mencintai segalanya tentang dia, dan dia akan dirindukan," ungkap Emma dalam sebuah pernyataan resmi.
Egging, yang mendapat julukan "Eggman" dari teman-temannya, sudah bergabung dengan RAF lebih dari 10 tahun dan pernah bertugas dalam perang di Afganistan.

Friday, August 19, 2011

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian


 
 
Nyala api lilin ternyata mengandung limpahan berlian. Ini adalah temuan Wuzong Zhou, ilmuwan dari University St Andrews, Skotlandia, Inggris, yang dipublikasikan di Chemical Communication Journal bulan ini.
Penemuan ini bisa dikatakan tak direncanakan. Zhou hanya memenuhi tantangan koleganya yang mengatakan bahwa tak ada yang bisa mengetahui penyusun nyala lilin.
"Kolega universitas lain mengatakan, pasti tak ada yang tahu penyusun nyala lilin. Saya bilang, saya percaya sains dan bisa menjelaskan semua, jadi saya berusaha menemukan," kata Zhou.
Hasilnya mengejutkan. Ternyata ada 1,5 juta nanopartikel berlian dalam nyala lilin tiap detik. Ukuran partikel berlian sangat kecil. Susunan 300.000 partikelnya cuma akan menghasilkan bentuk seukuran kepala pin.
Untuk mengetahui adanya partikel berlian itu, Zhou mengembangkan penyaring yang bisa memisahkan partikel dari pusat nyala lilin bersuhu 1.400 derajat celsius, kemudian mengevaluasinya.
Selain berlian, nyala lilin ternyata juga mengandung empat jenis senyawa karbon yang berbeda, termasuk grafit, jenis senyawa karbon yang biasa dipakai sebagai bahan baku mata pensil.
Penemuan berlian di nyala lilin berpotensi menyediakan "lahan" tambang baru untuk mendapatkannya. Cincin atau kalung berlian bisa dibuat dengan cara membakar lilin nantinya. "Sayangnya, partikel berlian terbakar dalam proses, menghasilkan CO2," kata Zhou memupuskan harapan.
Walau demikian, ia mengatakan, penemuan ini akan mengubah cara manusia memandang nyala lilin. Ia mengatakan tak usah khawatir, mungkin nanti ada penelitian yang bisa memberi solusi.
Yang jelas, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (18/8/2011), Zhou kini akan meneliti api barbeque, apakah juga mengandung berlian.
Penemuan ini seperti mengingatkan kita pada kuliah kimia oleh Michael Faraday pada tahun 1860 di Inggris. Ia mengatakan, nyala lilin memiliki keindahan emas, perak, dan berlian. Kini diketahui, memang ada berlian dalam nyala itu.

Thursday, August 18, 2011

Indonesia Cuts Terrorist's Prison Sentence



JAKARTA, — Indonesia says it has shaved two months off the five-year prison sentence of a convicted terrorist who was added this week to a U.S. blacklist.
Each Independence Day, Indonesia reduces sentences of inmates who have completed at least a third of their time. This year 53,400 inmates are eligible, including 26-year-old Muhammad Jibriel Abdul Rahman, who calls himself the "Prince of Jihad" on his web site.
Prison official I Wayan Sukerta says Jibriel will get two months off his five-year sentence begun in August 2009. He was convicted of terrorism after authorities said he met with conspirators in 2009 Jakarta hotel bombings that killed seven people.
Jibriel was among five people added Tuesday to a U.S. blacklist of terrorists who face financial sanctions.

No Need to be Indonesian Citizen to Respect The Country





B.D.K. Saldin, one of the Sri Lankan Malays, invited in the flag raising ceremony to commemorate Indonesian Independence day at the Indonesian embassy compound in Colombo, Sri Lanka, on Aug.17, 2011, is Indonesian native
COLOMBO,  - The flag raising ceremony to commemorate the 66th Indonesia's Independence day was held at the Indonesian Embassy's compound in Colombo, Sri Lanka, Wednesday. The ceremony chaired by Indonesian ambassador to Sri Lanka, Djafar Husein, was attended by the staff of embassy as well as their families and Sri Lankan Malays, some of them are native Indonesians.
In his speech, Djafar stated the importance of Sri Lanka and Indonesia's diplomatic relations established in 1952. According to him, Indonesia as the third biggest democratic country in the world learned that economic and political development of Sri Lanka has grown rapidly since the end of Sri Lankan civil war in May 2009.
The ambassador added that Indonesia was struggling for achieving the target of being the tenth biggest economy in the world in the next 2 decades. Djafar Husein also stated the ceremony could be used as a moment to improve better diplomatic relations between the two countries.
A Sri Lankan Malay, BDK Saldin (83), who is Indonesian native and attended the ceremony expressed his impression of joining it. "It always reminds me of my real place of origin," said the 83 year-old grandfather of two sons and two grandchildren.
"I come from Batavia (the old name of Jakarta)," answered him when asked by Kompas.com on his place of origin.
Saldin admitted of not knowing exactly who his ancestors expelled by Dutch colonialists from Javanese island to Sri Lanka in 1790 were. However, the former staff of the Indonesian embassy in Colombo from 1954-1960 claimed of being always proud of becoming Indonesian native eventhough he is a Sri Lankan citizen.

Mari Bermalam di Luar Angkasa



 
Orbital Technologies Hotel luar angkasa yang didesain Orbital Technologies. Butuh sekitar 8,5 miliar untuk menginap di hotel ini.
MOSKWA,  Mari bermalam di antariksa. Mungkin inilah ajakan yang secara implisit diungkapkan Rusia. Perusahaan pemerintah negara itu, Energia, bekerja sama dengan perusahaan start-up bernama Orbital Technologies berencana membangun hotel di luar angkasa.
Rencana itu pertama kali diungkapkan tahun lalu. Kini, rencana dua perusahaan itu makin mantap saja. Seperti diberitakan Foxnews, Rabu (17/8/2011) kemarin, mereka sudah menyiapkan desain hotel dan paket pengalaman yang bisa dinikmati tamunya.
Sergei Kostensko, Chief Executive Orbital Technologies, mengatakan, "Modul hotel yang kami rencanakan tak akan mengingatkan Anda pada International Space Station (ISS). Hotel harus memberikan kenyamanan di dalamnya dan memungkinkan melihat Bumi lewat 'jendela' yang banyak."
Pengalaman melihat Bumi dari hotel tersebut dijanjikan sebagai pengalaman yang tak terlupakan. Hampir seluruh pemandangan Bumi yang dipotret astronot di ISS bakal bisa dilihat, mulai dari Bumi yang bulat dan biru, hingga pemandangan Matahari terbit yang berbeda.
Hotel juga menjanjikan pengalaman kuliner yang unik. Salah satu paket menunya adalah pipi sapi rebus yang dihidangkan dengan jamur, kacang putih yang dihaluskan, dan manisan buah plum. Semua makanan akan dimasak di Bumi dan akan dipanaskan dengan microwave sebelum dihidangkan.
Tamu hotel bisa memilih dua kamar, yaitu vertikal dan horizontal. Kamar juga akan dilengkapi shower, tetapi didesain sehingga penggunaan air efektif. Flush toilet tidak memakai air untuk membuang kotoran, tetapi memakai udara. Agar hotel tak bau, udara akan disaring sebelum memasuki kabin.
Karena menawarkan pengalaman unik, harganya pun juga demikian. Jadi, jangan kaget. Total biaya pesawat dan menginap di hotel selama lima hari ialah sekitar Rp 8,5 miliar. Sejumlah Rp 1,5 miliar untuk biaya pesawat PP dan sekitar Rp 7 miliar untuk hotel.
Kapan pengalaman ini bisa dinikmati? Di Reuters pada (30/9/2010) lalu, Alexander Derechin dari Energia mengatakan, "Saya pikir kami belum bisa mewujudkan rencana ini sebelum 2015, tapi kita juga tak harus menunggu lama setelah itu." Foxnews memberitakan, tahun 2016 hotel sudah dibuka.
Proyek hotel di luar angkasa ini menelan dana yang pasti tak sedikit. Orbital Technologies belum mengatakan jumlah investasinya, tetapi mereka percaya keuntungan bisa diraih. "Pasti kami mengharapkan keuntungan, ini murni bisnis," katanya pada AP tahun lalu (29/9/2010).
Bagi yang mampu menjangkau biaya itu, tawaran pengalaman ini sangat pantas untuk dicoba. Sejauh ini, hanya satu kenikmatan di Bumi yang tak bisa dinikmati di hotel ini, yaitu meminum alkohol. Selebihnya, tamu bisa bereksplorasi.

Bulan Ternyata 200 Juta Tahun Lebih Muda


 
 
Dipercaya, Bulan tercipta dari tabrakan antara benda langit besar serupa planet dengan proto-Bumi. Energi akibat tabrakan ini sedemikian besar sehingga material yang meleleh terlempar ke angkasa dan membentuk Bulan. Saat Bulan mendingin, material memadat dan membentuk beragam mineral.
Lars E Borg dari Lawrence Livermore National Laboratory dan Richard Carlson dari Universite Blaise Pascal berusaha mengetahui kapan kejadian tersebut terjadi, alias memperkirakan umur Bulan. Mereka menganalisis ferroan anthrosite (FAN), batuan lempeng tertua di Bulan.
Hasil analisis dengan bantuan isotop timah dan neobydium itu menunjukkan bahwa usia Bulan ternyata 200 juta tahun lebih muda dari perkiraan. Sebelumnya diperkirakan bahwa usia Bulan 4,568 miliar tahun atau hampir setara dengan usia tata surya. Tetapi, hasil analisis Borg dan Carlson menunjukkan bahwa usia Bulan 4,36 miliar tahun.
"Usia sampel batuan Bulan yang muda ini berarti bahwa Bulan memadat jauh setelah waktu yang diperkirakan dan kita harus mengubah seluruh pemahaman kita tentang sejarah geokimia Bulan," kata Carlson seperti dikutip Physorg, Rabu (17/8/2011).
Hasil analisis juga menunjukkan bahwa usia batuan lempeng tertua di Bulan itu sama dengan usia mineral tertua, zircons, yang ditemukan di wilayah barat Australia. Ini menegaskan, batuan tertua di Bumi dan Bulan terbentuk pada saat yang hampir bersamaan, setelah tabrakan.
Hasil penelitian Borg dan Johnson dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu kemarin. Sampel FAN yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari koleksi Johnson Space Center, NASA.

Tiga Tewas Akibat Amuba Pemakan Otak





ATLANTA,  -- Dua orang anak dan seorang pemuda dilaporkan tewas sepanjang musim panas kali ini di tiga negara bagian Amerika Serikat. Kematian mereka dicurigai akibat serangan amuba pemakan otak, yang biasa hidup di air.
Laporan itu disampaikan otoritas kesehatan Atlanta, Georgia, Kamis (18/8/2011). Secara rinci disebutkan, korban pertama tewas menimpa seorang remaja perempuan warga negara bagian Florida berusia 16 tahun. Dicurigai dia terinfeksi amuba berbahaya itu setelah berenang.
Korban kedua teridentifikasi sebagai anak laki-laki berusia sembilan tahun. Menurut ibunya, dia tewas setelah sebelumnya jatuh sakit di hari pertama mengikuti kemah memancing selama seminggu.
Diyakini, kasus-kasus tersebut merupakan kelanjutan dari peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Kebanyakan korban berjenis kelamin laki-laki dan masih berusia anak-anak atau remaja. Biasanya mereka terinfeksi setelah sebelumnya berinteraksi dengan lokasi amuba biasa hidup seperti berenang di kolam atau danau yang airnya hangat.
Sementara itu kasus kematian ketiga terjadi di negara bagian Louisiana dan menimpa seorang pria muda yang tewas Juni lalu. Diperkirakan dia terinfeksi dari sebuah alat penyemprot kecil berbentuk teko teh, yang biasa dipakai untuk membersihkan hidung dengan air garam. Petugas kesehatan belakangan menemukan keberadaan amuba mematikan tersebut di saluran air rumah tempat tinggal pria muda tersebut.
Namun begitu pakar penyakit menular pemerintah negara bagian Louisiana, Dr Raoult Ratard, menyatakan amuba itu tidak ditemukan di contoh air yang dikonsumsi warga kota. Dengan begitu disimpulkan air yang terinfeksi amuba pemakan otak tadi hanya terdapat di sistem air rumah tempat tinggal si korban, yang cuma diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 20 tahunan asal kawasan tenggara Louisiana.
Ratard menambahkan, pria muda itu dipastikan tidak pernah berenang sembarangan atau melakukan kontak dengan air permukaan lainnya. Selain itu diketahui alat penyemprot yang biasa dipakai tidak pernah digunakan dengan air mentah melainkan air steril atau melalui proses penguapan.

Wednesday, August 17, 2011

Psychiatrist 'Had Sex' with Married Patient



Alamy Lovers meetings: A psychiatrist is accused of carrying on an affair with a vulnerable woman in his care, including having sex on his consulting room floor. Picture posed by models 
 




A psychiatrist had sex with a patient on the floor of his consulting room while the ladies from the local Womens' Institute were outside, it has been claimed.
Dr Stephen Lomax is accused of plying the 'vulnerable' married mother of two with drink and telling her the stars said 'she was on the verge of something new.'
The patient, who can only be named as Ms A, told a hearing at the General Medical Council their consultations became 'lovers' meetings' after they had sex for the first time.
'On one of these he had sex with me in his office,' she said. 'It might have happened other times, quite probably, but that's the only one I remember because there were lots of people outside.
'It was a group from the WI who had come to be shown around the hospital to see how things worked.'
It is also alleged that after confessing his infidelity to his wife, Dr Lomax told Ms A he had destroyed her medical records to cover his tracks. But he continued to see the woman and moved her into a 'grubby flat' after she left her family home, it was said. Ms A was referred to Dr Lomax in January 1988, said Sarah Plaschkes QC, for the GMC.
She was suffering from low self-esteem, after being diagnosed with a thyroid condition and undergoing abdominal operations and a hysterectomy. She and Dr Lomax had a series of twice-weekly hour-long consultations at the Castel Hospital in Castel, Guernsey, between February and May.
'She was clearly a vulnerable patient and Dr Lomax knew, or ought to have known, this,' said Ms Plaschkes.
'But after the first few appointments, he began to refer to the sexual tension between them and Ms A was both shocked and very confused by this issue.'
Dr Lomax kissed her after giving her a lift home following one session and the pair drank Greek retsina wine and kissed again during a consultation on his birthday, she added. A week later, on April 21, Dr Lomax is said to have invited her to his house while his wife was away.
'The sexual relationship started that day,' said Ms Plaschkes.
'At the next appointment, on April 25, Dr Lomax told Ms A that he loved her.
'She believed at the time that she loved him to, but because of the relationship she felt wrong and confused.
'Dr Lomax continued to treat Ms A and during one of their appointments the pair had sex in the consulting room - the very place that Ms A had gone to seek help with her problems.'
He confessed to his wife on May 27, and then told Ms A he had destroyed her medical notes,' added Ms Plaschkes.
'Whether it was true or not is immaterial,' she said.
'Ms A believed the position to be that there were no notes or medical records.
'With the passage of time it is not possible to say whether these records have been deliberately destroyed or not.'
Giving evidence, Ms A said Dr Lomax had flirted with her and told her dirty jokes during their initial consultations.
'He was relaxed and matey,' she told the panel.
'He would tell me jokes and one had a four-letter word in it. I had never been to a doctor and had him use a four-letter word during a consultation before.
'It was almost like being with a friend, like having a chat.' She added: 'He did astrological readings and he told me that I was just on the edge of something new in my life.
'I felt excited, like something wonderful was going to happen, but I didn't know what.
'He made music tapes for me of different songs that he wanted me to hear.
'The first one he made he told me not to tell my husband.
'Playing those songs and imaging his message to me in them made me feel really special.'
Describing the day she had visited his house, she said: 'I remember feeling quite anxious. I knew what he wanted but I just sat there frozen. He gave me a glass of wine and that relaxed me.
'Then he took me upstairs to his daughter's bedroom.
'Afterwards I remember feeling really, really ashamed. I couldn't look at him.'
In June 1988, the pair moved in together, the panel was told. 'He got us a flat, some grubby flat in the town centre,' said Ms A. Dr Lomax returned to his wife after around five months, but struck up a relationship with Ms A again soon after, the panel was told.
The pair lived together in Cambridgeshire and then in South Wales, where Dr Lomax was a medical director at a private hospital, for around 15 years before separating, it was said.
Dr Lomax, who has since retired and now lives in France, is not attending the hearing in central London. He admits he had a relationship with Ms A, but denies it began while she was a patient.
He further denies saying he had destroyed her medical records. If found guilty of misconduct he could be kicked out of the profession. The hearing continues.

Tuesday, August 16, 2011

Toshiba to Design LCD TVs in Indonesia



 
Reuters Visitors look at a presentation for Toshibas world-first glasses-less 3D LCD TV at CEATEC JAPAN 2010 in Chiba, east of Tokyo, October 5, 2010. The CEATEC IT and electronics exhibtion is ongoing till October 8.
TOKYO,  -Toshiba Corp. will begin designing LCD televisions for local markets in India, Indonesia and Vietnam in October as it attempts to mount a challenge against Samsung Electronics Co. and other South Korean rivals, The Nikkei reported early Tuesday.
The electronics giant launched an LCD TV brand for emerging countries in 2010 under the name Power TV. The brand's lineup currently includes products with built-in storage batteries for areas plagued by frequent blackouts and models with signal-boosting and noise-reducing functions.
Power TV models are now sold in Southeast Asia, India, the Middle East and Africa. In some Southeast Asian countries, its market share has roughly doubled to around 20%.
Its current offerings share common specifications across different markets, but Toshiba will start changing designs, functions and features for individual markets to better meet local needs. The firm will also consider adding functions, such as connectivity with mobile phones and other digital devices.
LCD TV design divisions are already up and running in India, Indonesia and Vietnam with around 10 staff members each. In India, the workforce will be raised to around 30 by the end of fiscal 2012 to enable the development of new products and software. In addition to TVs, the design divisions will handle notebook computers. At the same time, the company might design TVs at its personal computer development division in the Chinese province of Hangzhou.
Toshiba has been developing LCD TVs for both the domestic and overseas markets at its Fukaya factory near Tokyo, except for some models destined for the U.S. and Europe.
The firm has set its sights on boosting its worldwide LCD TV sales to 25 million units by fiscal 2013, up 80% from fiscal 2010. It aims to have emerging countries account for 50% of its global TV sales in volume terms in fiscal 2013, compared with around 20% at present.

Indosat Posts Net Profit of Rp681.9 Billion



 
Reuters A worker adjusts a Base Transceiver Station (BTS) on the building of PT Indosat in Jakarta May 7, 2010. 
JAKARTA,  - PT Indosat posted a net profit of Rp681.9 billion in the first semester of 2011, up 137.5 percent from Rp287.1 billion in 2010, its president director said.
"The increase in the net profit was generated by the increase in the number of the company’s cellular customers from 37.8 million in the first semester of 2010 to 47.3 million in the first semester of 2011," PT Indosat President Director Harry Sasongko, said here on Monday.
Harry said that up to June 2011, the company booked an income of Rp10.05 trillion, up 4 percent compared with the figure in the corresponding period a year earlier which was Rp9.661 trillion. He said that by taking into account the voluntary separation scheme (VSS) burden in the first semester, the income before depreciation tax interest and amortization (Ebitda) reached Rp4.499 trillion, down 2.1 percent from the previous Rp4.59 trillion.
Thus, the firm posted an Ebitda margin amounting to 44.8 percent, down from 2.8 points from the previous 47.6 percent. The corporate business burden in the June 2011 period jumped up from Rp8.061 trillion to Rp8.713 trillion, so was the case of the business profit which was down 16.5 percent from Rp1.6 trillion to Rp1.337 trillion.
Harry said that of the total corporate income of Rp10.45 trillion, about Rp8.227 trillion came from the cellular business and Rp1.8 trillion from non-cellular phone services.

Bumi Sebenarnya Tak Perlu Bulan



 
 
Simulasi stabilitas Bumi untuk berputar pada porosnya menunjukkan bahwa sebenarnya Bumi tak perlu Bulan. Dalam artian, tanpa kehadiran Bulan pun, dinamika Bumi tetap stabil sesuai simulasi tersebut.
"Bulan yang besar memang bisa menstabilkan planet. Tapi dalam banyak kasus, hal itu tak dibutuhkan," ungkap Jason Bames, astronom University of Idaho yang melakukan simulasi itu.
Bulan yang relatif besar saja yakni beberapa ratus lebih kecil dibandingkan Bumi tidak terlalu besar pengaruhnya. Bandingkan dengan satelit Phobos milik Mars yang ukurannya 60 juta kali lebih kecil daripada Bulan.
Astronom percaya, efek Bulan pada stabilitas rotasi Bumi tak sebesar yang diperkirakan. Tanpa Bulan, kemiringan Bumi hanya akan berubah sebesar 10 hingga 20 derajat dalam kurun waktu 500 juta tahun.
Perubahan itu memang bisa berdampak pada iklim. Namun, dampak iklim yang ada tak akan terjadi secara luas sehingga tidak mengganggu proses evolusi makhluk hidup.
Astronom pun percaya, Bulan juga tidak dibutuhkan oleh planet lain di semesta yang berpotensi mendukung kehidupan.
Mereka justru percaya, tanpa planet lain seperti Jupiter, perubahan kemiringan Bumi justru akan terjadi secara liar. "Ini karena Jupiter sangat masif," kata Bames seperti dikutip situs Daily Mail, Kamis (11/8/2011) lalu.
Hasil simulasi ini berbeda dengan teori yang berkembang. Selama ini dipercaya bahwa tanpa Bulan, kemiringan Bumi akan terus berubah dan perubahan iklim yang besar akan terjadi. Matahari mungkin bersinar di kutub dan mencairkan es sehingga berpengaruh pada evolusi makhluk hidup.
Hasil penelitian Bames dipublikasikan di jurnal Astrobiology Magazine bulan ini.

Monday, August 15, 2011

Women Gossip for FIVE Hours Every Day



 
Alamy Office gossip: Women spend up to five hours a day gossiping according to a new study 
 
 It will come as no surprise to their often less talkative male counterparts. The typical woman spends five hours a day – more than a third of her waking hours – chatting and gossiping, a study has revealed.
Whether at home or work women natter for about 298 minutes every day, it found. Discussing other people’s problems, who is dating who and other people’s children form the basis of most of the chat.
Other subjects that come up most regularly include sex, shopping and the soaps such as Eastenders or Coronation Street. The report also found women spend 24 minutes a day discussing their weight, diets and dress size.
And one third of women say they spend a chunk of their day discussing what they are eating for lunch, while one quarter regularly exchange recipes. The survey was commissioned to mark FirstCape Cafi Collection’s search to find Britain’s Queen of Chat.
Spokesman Steve Barton said: 'Woman are renowned for their ability to chat and men are fascinated by what they find to talk about when they get together.
'It’s interesting to see a list like this detailing exactly what topics women actually end up talking about that generate that level of buzz, energy and excitement.
'I never would have guessed food would have been such a hot topic. I’m pleased to see complaining about their partners was at the bottom of their list, though.
'It is also interesting to see how the conversation differs between women talking to each other and women talking to their partners.
'And it’s really nice to see that most women are happy to have a quick chat with complete strangers.”
Women also like to talk about what cosmetic surgery procedures they would like, what their mother-in-law has said, and which celebrities they fantasise about.
The study also found the average women spends 17 minutes nattering before they get to work. Those with friendly neighbours spend nearly half hour a week having a gossip or a moan together.
Thirty eight per cent even confess to spending 12 minutes a week passing the time of day by talking with shop staff. Most women prefer chatting to their friends to anyone else but say they talk to their partner, mum and their best friend about completely different things.
Husbands are most likely to get the brunt of work talk, with a daily update from on how their partner's day has gone and who has annoyed them while the more juicy gossip is reserved for a woman's best friend.
But 36 per cent of women say they cannot be trusted to keep a friend’s secret and that they regularly tell their partner things they are told in confidence. Most women prefer to chat face to face and also like to talk to friends one on one rather than in a big group.
Steve Barton added: 'So much chatter is done with friends over food and a glass of wine. It is clearly very much a breaking bread occasion.'

Kadhafi Calls on Followers to Prepare for Battle



 
Reuters A rebel fighter, with ammunition wrapped around his neck, waits at a checkpoint in the coastal town of Zawiyah, 50 km (30 miles) west of Tripoli, August 14, 2011. Libyan rebels hoisted their flag in the centre of the town near the capital on Sunday after the most dramatic advance in months cut off Muammar Gaddafis capital from its main link to the outside world. 
 
TRIPOLI,  - Libyan leader Moamer Kadhafi early Monday called on his followers to prepare for the “battle to liberate” rebel-held towns in an audio message on Libyan television.
Much of the message was inaudible due to a “technical breakdown,” according to the television station which broadcast “live” Kadhafi’s statement as rumours circulated on Twitter and in certain media about his imminent departure into exile.
The veteran leader called on his supporters to resist and to “prepare for the battle to liberate” the towns held by the rebels, as the insurgents said they had advanced in western towns including Zawiyah, Sorman and Gharyan.
The television broadcast “live” images of the Green Square in the heart of Tripoli where hundreds of backers of the regime were assembled brandishing portraits of the “guide” and green Libyan flags.

Sunday, August 14, 2011

No Trial Date Has been Set for Nazaruddin



 
 Tersangka kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin turun dari pesawat di bandara Halim Perdanakusuma, jakarta Timur, Sabtu (13/8/2011) malam 
 
JAKARTA,  A former Indonesian lawmaker returned Saturday after three months as a fugitive to face corruption charges in a case that has riveted the nation and tested its reputation in fighting graft.
Muhammad Nazaruddin, the governing Democratic Party's former treasurer, was captured last week in Colombia after fleeing Indonesia three months ago. He has denied charges that he accepted $3 million in bribes from a company contracted to build an athletes' village for this year's Southeast Asian Games.
Before his extradition, Nazaruddin called local newspapers and TV news stations to say he was ready to expose corruption elsewhere within the governing party.
The case — underlined Indonesia's challenge in changing its graft-ridden image — has threatened the credibility of the party's founder, President Susilo Bambang Yudhoyono, whose 2009 campaign for re-election presented him as the "Mr. Clean" of Indonesian politics.
Hundreds of people have been arrested for alleged since Yudhoyono took office, though critics note high-ranking officials have largely been left alone.
Nazaruddin was immediately taken into custody after landing in Jakarta on a flight from Bogota, the Anti-Corruption Commission said. The president has ordered that Nazaruddin receive full protection, while authorities investigate the Games scandal. No trial date has been set.
Indonesia, the world's most populous Muslim nation, emerged only recently from a 32-year dictatorship under Gen. Suharto, whose family was accused of corruption to the tune of $600 million.

The Sounds Women Make in Bed Have Little to Do with Her Orgasm



 
Faking it A new study has shown that the noise a woman might make in bed does not often correspond with her orgasm 
 
 
When Meg Ryan demonstrated just how effortlessly a woman could fake an orgasm in When Harry Met Sally, co-star Billy Crystal was not only embarrassed, but stunned.
Now it appears there may be some truth to the idea, as a new study has shown that the noise a woman might make in bed does not often correspond with her orgasm.
According to research from the University of Central Lancashire, a woman's 'copulatory vocalisations' are made most often before her climax or during her partner's.
The findings were based on analysis of 71 women with an average age of 22. The study aimed to identify whether a woman's vocal expressions during intercourse were triggered by orgasm or occurred independently.
Each participant completed a questionnaire about their sexual behaviour, which included details about how they reached climax and at which point they were most likely to express themselves vocally.
Most women polled said they reached orgasm during foreplay, but were most likely to vocalise their enjoyment during their partner's. The researchers believe the reason for this discrepancy is that women are 'manipulating male behaviour to their advantage'.
They wrote: 'These data together clearly demonstrate a dissociation of the timing of women experiencing orgasm and making copulatory vocalisations and indicate that there is at least an element of these responses that are under conscious control, providing women with an opportunity to manipulate male behaviour to their advantage.'
Another suggestion is that women are conforming to 'an idealised sexual script'. Dr John Grohol, founder of website Psych Central, commented: 'Women appear to vocalize during sex not to express their own enjoyment so much as to help the man reach climax.
'Maybe these vocalizations are a part of that idealized sexual script, or at least done in response to what women believe their male partner wants.'

Saturday, August 13, 2011

Welcome Home Nazaruddin!




(in brown leather jacket) gets off the charter plane that just arrived at Halim Perdana Kusuma, East Jakarta, on August 13, 2011 
 
JAKARTA,  - The suspect of bribe funds for development projects 2011 SEA Games athletes guesthouse was driven to mobile brigade command headquarters in Kelapa Dua, on the outskirts of Jakarta, after the Gulfstream N-913PD charter plane flying him touched down the Halim Perdanakusuma air force base at 7.51 p.m. local time.
"Heading directly to the headquarters as he can be exhausted after taking 30-hour flight," said the police public information bureau chief Brig Gen I Ketut Untung Yoga Ana to reporters at the airforce base here Saturday.
Wearing brown leather jacket with his hands handcuffed, Nazaruddin did not give any word to reporters on the case bringing him back home. The former treasurer of ruling Democrat was heavily guarded by police officers before getting on the silver Kia Travello car with license plate number of B 1276 BH.
Nazaruddin was sheduled to have a medical check up at the headquarters before being probed at Eradication Corruption Commission office. Today is the end of his overseas trip after being a fugitive for three months and finally arrested in Cartagena, Colombia, Sunday night.
He was deported by the Colombian government after his political asylum proposal was denied. Nazaruddin was flown back home from Eldorado, Bogota, Thursday at 5 p.m. local time or Friday morning Western Indonesian Time.

Friday, August 12, 2011

Indonesia Bank Chief Denies Suspending Bank Purchases



Reuters Darmin Nasution

JAKARTA,  - Bank Indonesia Governor Darmin Nasution on Friday denied reports that permits for investors to buy local banks had been suspended pending new rules on ownership caps.
“Acquisition processes can still continue,” Nasution was quoted as saying by Dow Jones Newswires.
Bank Indonesia spokesman Difi Johansyah had earlier said the issuance of permits to purchase banks had been suspended until a decision was made about new investment rules. “Hopefully the regulation can be issued later this year,” he said.
The proposed regulation is designed to improve prudential practices in commercial banks by preventing a single investor dominating management. Single investors currently can own up to 99 percent of local banks.
The restriction would apply to local as well as foreign investors but analysts say it could especially hit offshore interest in the local banking market and force some foreign players to sell their majority stakes.
Interest in the local banking sector has grown thanks to Indonesia’s booming economy, with growth expected to reach about seven percent this year, and the related expansion of its domestic consumer market.
“This type of regulatory move on the part of our government is coming at a really bad moment considering Indonesia is getting so much attention from investors,” Indonesian Chamber of Commerce chief Suryo Sulisto told the Financial Times last week.
“I am afraid that it will throw the market for a loop and deter future foreign investment.”

Umar Patek Mentions Bombing Details



 
Umar Patek.
JAKARTA,  - Indonesian police said Friday the alleged coordinator of the 2002 Bali attacks has explained how he assembled the bombs and handed the switch to an accomplice.
Umar Patek has been cooperating with police interrogators since his extradition Thursday from Pakistan, where he was arrested in January in the town where Osama bin Laden was subsequently killed by US commandos.
“He has confessed to helping to assemble the bombs for the Bali bombing, and worked with Azahari. The switch was handed to Azahari,” police spokesman Anton Bachrul Alam said.
Azahari was a Malaysian extremist who police killed in a shootout in 2005 as they hunted members of the Jemaah Islamiyah terror network responsible for the Bali bombings, which killed 202 people mainly Western tourists. Alam said Patek had also confessed to carrying out a series of church bombings in Indonesia on Christmas Eve 2000, which killed 19 people.
After the deadlier attacks on the resort island of Bali two years later, which made Indonesia a front-line state in the “war on terror” and triggered a massive manhunt, Patek fled to the Philippines. Patek is also wanted in the Philippines, where he allegedly plotted attacks with militants after escaping the Indonesian dragnet.
He returned to Indonesia in 2009 to join Dulmatin, another Bali cohort who was setting up a regional terror cell dubbed Al-Qaeda in Aceh at the time. Police killed Dulmatin shortly afterwards.
“Umar Patek knew of the goings-on in Aceh (province). We hope that now he’s here, we can find out who else is in his network so we can go after them,” Alam said.
Patek, 41, may not be charged under Indonesia’s tough anti-terror law because his alleged crimes were committed before it was introduced. Even so he could face the death penalty for multiple murder counts.
As the last Bali mastermind still on the run, Patek was one of Asia’s most wanted terror suspects and a $1 million bounty on his head under the US rewards for justice programme. He was arrested with his Filipina wife, who is also in Indonesian custody for allegedly travelling on a false Indonesian passport.
Indonesian officials are hoping Patek will give valuable information on JI and other Southeast Asian terror networks. Defence Minister Purnomo Yusgiantoro said previously there was information that he had been trying to meet bin Laden in Abbottabad before his arrest on January 25, but this has not been confirmed.

Thursday, August 11, 2011

Tsunami Jepang Memecah Es Antartika



  
Lapisan es yang pecah di Antartika. 
 
Tsunami di Jepang Maret lalu memecahkan gunung es di Antartika. Ukuran gabungan seluruh pecahan mencapai dua kali Kota Manhattan, Amerika Serikat.
Para peneliti dari NASA berhasil mendeteksi ombak tsunami Jepang bergerak sejauh 13.600 kilometer. Ombak tersebut mencapai daerah kutub selatan 18 jam setelah tsunami di Jepang. Gelombang yang tingginya hanya 30 sentimeter itu membuat gunung es yang berasal dari bongkahan es Sulzberger terpisah.
Selain gelombang, es di Antartika juga diperkirakan memiliki hubungan dengan aktivitas seismik. Saat gempa dan tsunami terjadi, getaran yang timbul cukup untuk membuat retakan pada es Antartika.
Menurut catatan sejarah, es Sulzberger belum pernah beranjak dari tempatnya selama 46 tahun. Baru setelah hingga tsunami Jepang melanda, Sulzberger bergerak. "Di masa lalu, ada peristiwa seperti ini, namun kami masih mencari sumbernya. Sekarang kami tahu ternyata gempa dan tsunami Jepang, salah satu peristiwa terbesar di dalam sejarah, bisa jadi penyebab," jelas spesialis kriosfer, Kelly Brunt.
Setelah tsunami terjadi, Brunt dibantu Emile Okal dari Northwestern University dan Douglas Macayeal dari University of Cicago langsung meneliti pecahan es yang mengambang di laut menggunakan satelit. Setelah melihat lebih dekat dengan bantuan radar European Space Agency Satellite (ENVISAT), ditemukan dua gunung es, salah satunya diperkirakan sebesar Kota Manhattan.
"Ini merupakan contoh bagaimana peristiwa di Bumi ini terhubung satu sama lain walaupun dengan jarak yang sangat jauh. Hal ini juga menjelaskan bagaimana sistem yang sepertinya tidak berkaitan ternyata sangat berkaitan," ungkap MacAyeal.

Material Misterius Muncul di Kutub Utara



 
NOAA Material misterius berwarna oranye dilihat dengan mikroskop diketahui merupakan kumpulan telur, namun belum dipastikan dari mana asal spesiesnya. 
 
Pekan lalu, sebuah material misterius berwarna oranye muncul di kutub utara Bumi. Para ilmuwan belum dapat memberikan jawaban yang pasti untuk menjelaskan material tersebut.
Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti gas.
Anehnya, saat diambil dari laut, substansi itu tidak memiliki bau dan ‘sangat lembut. "Bentuknya seperti minyak bayi," kata Janet Mitchell, seorang pejabat kota Kivalina.
Setelah gelombang tinggi menyapu material oranye itu pergi, masyarakat setempat baru menyadari bahwa material mungkin pula beracun. Pasalnya, sejumlah ikan kecil mati setelah material itu hadir di pantai. Akan tetapi, ilmuwan belum dapat memastikan hal tersebut.
Sampel material dikirimkan ke Auke Bay Laboratories milik NOAA Alaska Fisheries Science Center di Juneau untuk diidentifikasi. Di bawah mikroskop, tampak struktur seluler yang berbentuk seperti manik-manik, memberi petunjuk bahwa material jingga itu merupakan serangkaian telur-telur ikan.
Akan tetapi, ahli biologi kelautan tidak menganggap ikan-ikan kecil yang mati merupakan induk telur-telur tersebut. "Kami telah menentukan bahwa ini merupakan telur hewan invertebrata kecil meski kami tidak bisa menyebutkan spesiesnya secara pasti," kata Jeep Rice, seorang ketua ilmuwan NOAA di laboratorium Juneau.
"Saat ini kami perkirakan bahwa material jingga merupakan telur atau embrio sejenis binatang air kecil berkulit keras. Tetesan molekul yang larut dalam lemak di bagian tengah yang menyebabkan munculnya warna oranye," ucapnya.
Kivalina Village dan lab NOAA di Juneau kini menunggu kabar dari laboratorium lain di South Carolina yang memiliki spesialisasi di pertumbuhan fitoplankton untuk mempelajari identitas induk dari telur-telur yang menginvasi itu. "Kami sangat tidak sabar untuk mengetahuinya," kata Julie Speegle, juru bicara lab Juneau.

Wednesday, August 10, 2011

Indonesia "Juarai" Bencana



 
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel terlihat dari Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (1/11/2010). Abu vulkanik letusan Gunung Merapi yang kembali terjadi pada Senin (1/11/2010) sekitar pukul 10.00 WIB mengarah ke timur. 
 
JAKARTA,  Indonesia adalah salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Di Indonesia terdapat berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
Data dari Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UNISDR) menyebutkan, dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang ada di daerah yang mungkin kehilangan nyawa karena bencana, risiko bencana Indonesia sangat tinggi.
Data yang disodorkan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (10/8/2011) di Jakarta, menunjukkan, peringkat Indonesia dari paparan per jenis bencana di dunia adalah sebagai berikut:
1. Untuk bencana tsunami, Indonesia menempati peringkat pertama dari 265 negara dengan 5.402.239 orang terkena dampaknya.
2. Untuk bencana tanah longsor, Indonesia berada pada peringkat pertama dari 162 negara dengan 197.372 orang terkena dampaknya.
3. Untuk bencana gempa bumi, Indonesia berada pada posisi ke-3 dari 153 negara dengan 11.056.806 orang terkena dampaknya.
4. Untuk bencana banjir, Indonesia menduduki peringkat ke-6 dari 162 negara dengan 1.101.507 orang terkena dampaknya.

Dua Planet Baru Kembali Ditemukan Kepler



 
NASA/Ames/JPL-Caltech Ilustrasi planet ekstrasolar yang mengorbit bintangnya. 
 
Wahana antariksa Kepler kembali menunjukkan keampuhannya. Dua planet yang dideteksinya dapat dikonfirmasi oleh Hobby-Eberly Telescopes dan Nordic Optical Telescope.
Planet pertama yang ditemukan adalah Kepler 14b yang memiliki massa delapan kali Yupiter dan terletak pada sistem bintang ganda. Berdasarkan publikasi NASA, planet ini mengorbit bintangnya dalam waktu sangat singkat, tujuh hari. Bintang kedua mengorbit bintang pertama dalam waktu jauh lebih lama, 2.800 tahun.
Ada kesulitan ketika astronom hendak menemukan planet ini. Cahaya dari bintang yang tak diorbit planet begitu menyilaukan sehingga membuat peredupan yang diakibatkan oleh planet tak begitu tampak. Jika tak hati-hati, hal itu berdampak pada ketidaktepatan karakteristik Kepler 14b. Namun, masalah ini bisa diatasi.
Sementara itu, planet kedua yang ditemukan adalah Kepler 17b. Planet ini memiliki massa 2,5 kali Yupiter dan bersama Kepler 14b dimasukkan dalam kategori Hot Jupiter. Kepler 17b mengorbit bintang yang seukuran dengan Matahari, tetap lebih muda. Periode orbitnya adalah 1.486 hari, sedangkan arah orbit planet diketahui searah dengan arah putaran bintang.
Analisis pada bintang yang diorbit planet itu menunjukkan adanya peredupan yang tidak hanya diakibatkan oleh Kepler 14b. Seperti diuraikan di situs Physorg, hal itu mungkin disebabkan oleh aktivitas bintang ataupun sunspot.
Penemuan dua planet ini bukanlah yang pertama oleh Kepler. Sebelumnya, Kepler menemukan ratusan planet, salah satunya Kepler 10b yang berukuran 1,4 kali massa Bumi, tetapi tak bisa dihuni manusia. Tahun 2020, Kepler ditargetkan bisa menemukan 10.000 planet.

Jaringan Terowongan Raksasa Zaman Batu



 
 
Sejak zaman batu, manusia sudah membangun terowongan bawah tanah. Jaringan terowongan bawah tanah dari zaman batu bisa ditemukan membentang dari Skotlandia hingga Turki.
"Bukti-bukti keberadaan terowongan tersebut telah ditemukan di bawah ratusan permukiman zaman neolitik di seluruh benua," kata arkeolog Jerman, Heinrich Kusch, yang memaparkan hal tersebut dalam bukunya, Secrets of the Underground Door to an Ancient World.
Dalam buku itu, Heinrich menyebutkan, banyaknya terowongan yang masih ada hingga saat ini sejak 12.000 tahun lalu menjadi bukti betapa besar jaringan terowongan pada masa itu. "Di Bavaria, Jerman, saja kami menemukan terowongan sepanjang 700 meter. Sementara di Styria, Austria, kami menemukan terowongan serupa sepanjang 350 meter," katanya.
Terowongan-terowongan tersebut berjumlah ribuan dan membentang dari Skotlandia hingga Mediterania. Terdapat ceruk dalam setiap terowongan, yang di beberapa tempat berukuran cukup besar dan dilengkapi dengan tempat duduk, tempat penyimpanan, dan bahkan kamar.
"Meski tidak semuanya tersambung, jika disatukan, akan menjadi terowongan bawah tanah raksasa," ungkap Heinrich.
Sebagian ahli meyakini, jaringan terowongan tersebut merupakan jalan terlindung bagi manusia untuk menghindari predator. Sementara ahli lain meyakini, beberapa jaringan terowongan yang tersambung berfungsi seperti jalan raya zaman sekarang sebagai sarana mobilitas yang aman dari perang, kekerasan, bahkan cuaca di permukaan tanah.

Tuesday, August 9, 2011

NASA Akan Bangun "SPBU" di Luar Angkasa



 
NASA Pesawat ulang alik Discovery saat mendekati Stasiun Antariksa Internasional (ISS), Sabtu (26/2/2011). 
 
NASA ingin membangun stasiun pengisian bahan bakar di luar angkasa, sebuah fasilitas penting yang diperlukan untuk penjelajahan luar angkasa yang lebih jauh, bahkan untuk hidup di luar angkasa.
"Menyimpan bahan yang mudah meledak, seperti hidrogen dan oksigen cair, dalam suhu rendah penting untuk misi jangka panjang," demikian dinyatakan NASA. Jadi, pembuatan stasiun pengisihan bahan bakar tidak sesederhana membuat SPBU di Bumi. Bahan bakar roket berbentuk cairan pada suhu rendah (kriogenika). Jika tidak disimpan dalam suhu yang tepat serta perlindungan yang cukup, cairan bisa mendidih dan berubah menjadi gas.
Stasiun pengisian ini penting mengingat misi-misi NASA berikutnya adalah mengirim manusia ke asteroid pada 2025 dan ke Mars pada pertengahan 2030-an. Pengisian bahan bakar akan dilakukan di orbit pesawat atau di permukaan planet atau bulan.
NASA sudah menunjuk empat perusahaan untuk melakukan studi terhadap fasilias ini, yaitu Analytical Mechanics Associates Inc, Ball Aerospace and Technologies Corporation, Boeing, dan Lockheed Martin Space Systems. NASA telah menghibahkan total 2,4 juta dollar AS kepada keempat perusahaan tersebut.
"Setiap perusahaan harus menghasilkan laporan mengenai teknologi manajemen cairan kriogenika, kemampuan dan infrastruktur untuk kelangsungan stasiun pengisian bahan bakar, serta kemungkinan penggunaan sumber daya manusia di luar angkasa," demikian pernyataan NASA. Penelitian akan fokus pada jarak antara teknologi yang berkembang saat ini dan teknologi yang dibutuhkan stasiun pengisian bahan bakar.
Selama pengujian program ini, NASA akan melakukan uji penerbangan. Untuk tujuan yang sama, NASA juga melakukan percobaan yang disebut Robotic Refueling Mission di International Space Station, Juli lalu. Misi ini dilakukan terhadap Atlantis.

Pembangkit Tenaga Surya yang Menyala 24 Jam



 
BrightSource Energy Pembangkit tenaga surya milik BrightSource Energy
 
Tenaga surya memang salah satu alternatif yang ramah lingkungan dan cukup menjanjikan. Namun, jenis pembangkit ini memiliki kelemahan sebab hanya bisa beroperasi optimal saat sinar Matahari melimpah.
Kini perusahaan pembangkit tenaga surya berbasi di Amerika Serikat, BrighSource Energy, punya inovasi yang disebut SolarPlus. Perangkat itu adalah gabungan menara pembangkit tenaga surya dan alat penyimpan tenaga yang dibangkitkan menggunakan lelehan garam.
Menara pembangkit tenaga surya terdiri dari ribuan heliostat untuk menangkap sinar Matahari. Dan seperti pembangkit listrik umumnya, di dalamnya, terdapat turbin yang akan digerakkan oleh uap yang dipanaskan oleh sinar Matahari.
Mekanisme kerja SolarPlus sebenarnya sederhana. Saat hari terik, panas akan memanaskan dan melelehkan garam yang ada dalam sistem. Nah, di saat tak ada panas Matahari, panas garam akan dilepaskan kembali. Panas dari garam selanjutnya akan menggerakkan turbin. Dengan cara ini, pembangkit tenaga surya bisa bekerja 24 jam tanpa henti, walau tak ada sinar Matahari.
Jenis garam yang dipakai ialah Sodium nitrate dan Potassium nitrate. Seperti diberitakan oleh IEEE, Kamis (4/8/2011), untuk mengaplikasikan teknologi yang dibuat, saat ini BrightSource Energy tengah membangun Ivanpah Solar Plant berkapasitas 392 MegaWatt di gurun Mojave, Amerika Serikat.

Sperma Tikus Atasi Kemandulan



Velizar Simeonovski, The Field Museum

 Pengobatan kemandulan pada manusia bisa jadi terinspirasi dari seekor tikus. Setidaknya, hal inilah yang tengah diteliti oleh sekelompok ilmuwan di Jepang.
Mereka menggunakan sel induk embrionik tikus untuk membantu pengobatan kemandulan pada manusia. Para ilmuwan dari Universitas Kyoto ini memindahkan sel induk dari embrio tikus, mengubahnya menjadi sel awal, lalu mengembangkannya ke dalam indung telur maupun sperma tikus.
Sel ini lalu ditransplantasikan ke testis tikus mandul. Berdasarkan hasil uji coba, tikus mandul akhirnya menghasilkan sperma yang sehat. "Setelah inseminasi, kami membuat dua set embrio yang kemudian ditransfer ke kandungan induk tikus. Nantinya akan lahir tikus yang sehat melalui reproduksi normal," ujar Mitinori Saitou, peneliti senior di Universitas Kyoto, sebagaimana dikutip Newsdaily.com, Jumat (5/8/2011).
Keberhasilan uji coba pada tikus mandul mendorong para peneliti untuk mengembangkan metode yang sama pada manusia. Dengan menggunakan sel induk manusia, mereka akan mencoba mengatasi kemandulan pada manusia. Saitou percaya bahwa sel induk manusia dewasa bisa juga dikembangkan menjadi sperma manusia.
"Bahan yang kami dapat sangat banyak. Sekarang kami akan mempercepat penelitian kami untuk mempelajari penyebab kemandulan pada manusia," ujar Saitou.

Nazaruddin to be Deported from Bogota




Maria Natalia
Former Democrat Party treasurer M Nazaruddin (right) 
 
JAKARTA,  - The Indonesian embassy in Bogota, Colombia, planned to deport bribery case suspect M Nazaruddin this week.
Indonesian embassy staff official I Made Subagia when contacted from Jakarta Monday night said that under the regulations of Colombia he has only two working days to take care of a diplomatic note for Nazaruddin’s deportation.
"Thus since he (Nazaruddin) was taken into custody on Monday, we only have two days (until Wednesday) to issue the diplomatic note," he said.
Therefore, he is now working hard and fast in issuing the diplomatic note. While according to past experience, he said, he was able to issue a diplomatic note in two working days.
Made said he continued coordinating and working together with the foreign ministry to deport Nazaruddin. "Right now we are waiting for a team from Jakarta," he said.
Nazaruddin was arrested by Interpol in Cartagena, Colombia, on Sunday at 2 am local time, or 2 pm Jakarta time. He came to Colombia with a fake passport on behalf of M Syarifuddin.
The picture on the passport is also a fake. Nazaruddin is wanted by the Corruption Eradication Commission (KPK) in a bribery case for the construction of an athlete’s dormitory in Jakabaring, Palembang, South Sumatra.
He was already in Singapore one day before the KPK asked the Ministry of Law and Human Rights on May 24, 2011, to prevent him from leaving the country. The Police Headquarters has issued a red notice to arrest Nazaruddin and bring him home with the cooperation of Interpol.

Riots Spread through UK Cities



 
Devastation: Flames more than 100 feet high in Croydon after rioters set fire to a building. The suburb has suffered some of the most serious violence in the capital 
 
LONDON, — Violence and looting raged across London and spread to three other major British cities on Tuesday, as authorities struggled to contain the country's most serious unrest since race riots set the capital ablaze in the 1980s.
In London, a third straight night of disorder saw buildings, vehicles and garbage dumps set alight, stores looted and police officers pelted with bottles and fireworks, as groups of young people rampaged through neighborhoods. It was an unwelcome reminder of London's volatility for leaders organizing the 2012 Summer Olympics in less than a year.
As authorities struggled to keep pace with unrest unfolding at flashpoints across London, the violence spread to the central city of Birmingham, the western city of Bristol and the northwestern city of Liverpool. Prime Minister David Cameron cut short his summer vacation in Italy and was headed home for a meeting of the national crisis committee on Tuesday morning.
The riots appeared to have little unifying cause — though some involved in the violence claimed to be motivated by government cuts to public spending.
The government was aiming to toughen its stance against the violence, as some communities complained that stretched police were struggling to contain the unrest with rioters plundering from stores at will, menacing shocked customers at restaurants and attempting to invade homes. Stores shut early across London, fearful of violence and looting.
Violence first broke out late Saturday in London's northern Tottenham district when a peaceful protest over the fatal police shooting of Mark Duggan, a 29-year-old father of four who was gunned down in disputed circumstances Thursday, turned violent.
Two police cars and a double-decker bus were set alight, stores were looted and several buildings along Tottenham's main street — five miles (eight kilometers) from the site of the 2012 Olympics — were reduced to smoldering shells.
Duggan's death stirred old animosities and racial tensions which prompted riots in the 1980s, despite efforts by London police to build better relations with the city's ethnic communities after high-profile cases of racism in recent decades.
As the unrest spread, some pointed to rising social tensions in Britain as the government slashes 80 billion pounds ($130 billion) from public spending by 2015 to reduce the huge deficit, swollen after the country spent billions bailing out its foundering banks.
In south London, a massive blaze swept through a 100-year-old family run furniture store in the borough of Croydon and sent thick plumes of smoke into the air, forcing nearby homes to be evacuated. Police also confirmed they were investigating a nonfatal shooting in Croydon, but were unable to say whether the incident was linked to the chaos.
Dozens of people attacked shops in Birmingham's main retail district, and clashed with police in Liverpool and Bristol — spreading the chaos beyond London for the first time.
In the Hackney area of east London, hundreds of youths attacked shops and set fire to cars, leaving a trail of burning trash and shattered glass. Looters ducked into a small convenience store as the blackened shells of two cars burned nearby, filling plastic shopping bags with alcohol, cigarettes, candy and toilet paper.
"This is the uprising of the working class. We're redistributing the wealth," said Bryn Phillips, a 28-year-old self-described anarchist, as young people emerged from the store with chocolate bars and ice cream cones.
Phillips claimed rioters were motivated by distrust of the police, and drew a link between the rage on London's street and insurgent right-wing politics in the United States. "In America you have the tea party, in England you've got this," he said.
Police acknowledged Tuesday that major new bouts of violence had flared in at least five locations, badly stretching their resources. Many more neighborhoods saw mobs vandalize commercial streets or break into buildings — some acting with virtual impunity, as authorities struggled to deploy officers to every scene of unrest.
"The violence we have seen is simply inexcusable. Ordinary people have had their lives turned upside down by this mindless thuggery," police commander Christine Jones said, as she confirmed that 239 people had been arrested and 45 people charged with offenses.
Though the unrest escalated through Sunday as disorder spread among neighboring areas, the crisis worsened Monday — with violence touching areas in the east and south of London previously untroubled by the chaos.
"There is significant disorder breaking out in a number of our communities across London," Tim Godwin, the acting London police commissioner said Monday, acknowledging that 1,700 extra officers had been deployed across London, but were struggling to halt the unrest.
Some residents called for police to deploy water cannons to disperse rioters, or call on the military for support. About 100 young people clashed early Tuesday with police in the Camden and Chalk Farm areas of north London, while others tore through a department store in the busy south London suburb of Clapham.
The small groups of youths — most with their heads and faces covered — used SMS messages, instant messaging on BlackBerry smartphones and social media such as Twitter to coordinate their attacks and stay ahead of the police.
Once the preserve of businesspeople, BlackBerry handsets are popular with teenagers, thanks to their free, fast instant messaging system. Blackberry's manufacturer, Research in Motion, said in a statement that it was assisting authorities in their investigation and "feel for those impacted by the riots in London."
Police were also monitoring Twitter, and warned that those who posted messages inciting the violence could face arrest. In the Peckham district of south London, where a building was set ablaze along with a bus — which was not carrying passengers — onlookers said the scene resembled a conflict zone. Cars were torched in nearby Lewisham, and shops looted in south London's Clapham district.
"There's been tension for a long time. The kids aren't happy. They hate the police," said Matthew Yeoland, a 43-year-old teacher watching the unrest in Peckham. "It's like a war zone and the police weren't doing anything. There were too many people and not enough police."
Police said Duggan was shot dead last week when police from Operation Trident — the unit that investigates gun crime in the black community — stopped a cab he was riding in.
The Independent Police Complaints Commission, which is investigating the shooting, said a "non-police firearm" was recovered at the scene, and media reports said a bullet had been found in an officer's radio. However, the Guardian newspaper reported that the bullet in the radio was police-issue, indicating Duggan may not have fired at the officer.
Duggan's partner, Semone Wilson, insisted Monday that her fiance was not connected to gang violence and urged police to offer more information about his death. But she said the riots appeared to be no longer linked to the initial protests. "It got out of hand. It's not connected to this any more. This is out of control," she said.
Many Tottenham residents claimed that the looting was the work of greedy youths — rather than fueled by anti-police sentiments.
"It's nothing to do with the man who was shot, is it?" said 37-year-old Marcia Simmons, who has lived in the diverse and gritty north London neighborhood all her life. "A lot of youths ... heard there was a protest and joined in. Others used it as an opportunity to kit themselves out, didn't they, with shoes and T-shirts and everything."
The past year has seen mass protests against the tripling of student tuition fees and cuts to public sector pensions. In November, December and March, small groups broke away from large marches in London to loot. In the most notorious episode, rioters attacked a Rolls-Royce carrying Prince Charles and his wife Camilla to a charity concert.
However, the full impact of spending cuts has yet to be felt and the unemployment rate is stable — although it remains highest among youth, especially in areas like Tottenham, Hackney and Croydon.
Some residents insisted that joblessness was not to blame. "It's just an excuse for the young ones to come and rob shops," said Brixton resident Marilyn Moseley, 49.
Godwin urged communities to help clear the streets of people, and called on families to contact their children and ensure that they were not involved in the chaos. An 11-year-old boy was charged with burglary by police, and at least 100 of those arrested were aged 21 or younger. About 35 police officers had been injured in the violence, police said.
Home Secretary Theresa May, the Cabinet minister responsible for policing, and London Mayor Boris Johnson also cut short summer vacations in an attempt to deal with the crisis.
Police in the city of Birmingham, 120 miles (195 kilometers) north of London, confirmed that officers had arrested 35 people amid disorder across the city center, where shops were being vandalized. In Bristol, police urged residents to avoid the city center after 150 rioters went on the rampage.
In the south London neighborhood of Brixton — the scene of riots in the 1980s and 1990s — youths smashed windows, attacked a police car, set fire to garbage bins and stole video games, sportswear and other goods from stores on Sunday night. Like Brixton, Tottenham is an impoverished area with an ethnically diverse population, a large black community and a history of unrest.
Tottenham was the site of the 1985 Broadwater Farm riots, a series of clashes that led to the fatal stabbing of a police officer and the wounding of nearly 60 others — and underscored tensions between London police and the capital's black community.
West Ham, a football team in east London, confirmed it had canceled a match planned for Tuesday and said police had asked for "all major public events" to be postponed. However, the national Football Association insisted that a scheduled international friendly match between England and the Netherlands would go ahead at Wembley Stadium on Wednesday.
The International Olympic Committee said it had confidence in British authorities. "Security at the Olympic Games is a top priority for the IOC," spokesman Mark Adams said.