top info

Wednesday, November 2, 2011

Keluarga Khadafy Akan Seret NATO ke ICC


 


Salah satu mobil dalam konvoi mantan pemimpin Libya, Moammar Khadafy, yang bertuliskan Brigade Katiba Pejuang Suci Al Rsifa dari Al Maqasba dipajang di salah satu sudut kota Misrata, Libya, Selasa (25/10).

ALJIERS, Keluarga mendiang Moammar Khadafy kemungkinan bakal mengajukan NATO ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), AFP melaporkan, Rabu (26/10/2011).
Pembunuhan terhadap Khadafy menunjukkan bahwa tujuan negara-negara anggota NATO bukanlah untuk melindungi warga sipil tetapi untuk menggulingkan sebuah rezim
-- Marcel Ceccaldi, kuasa hukum keluarga Moammar Khadafy
NATO menjadi target keluarga Khadafy karena perannya dalam terbunuhnya mantan pemimpin Libya itu.
"Pembunuhan yang disengaja (terhadap seseorang yang dilindungi Konvensi Jenewa) ditetapkan sebagai kejahatan perang berdasarkan artikel 8 pada Statuta Roma ICC," papar Marcel Ceccaldi, pengacara Perancis yang mewakili keluarga Khadafy.
"Pembunuhan terhadap Khadafy menunjukkan bahwa tujuan negara-negara anggota (NATO) bukanlah untuk melindungi warga sipil, tetapi untuk menggulingkan sebuah rezim," lanjut Ceccaldi.
Khadafy tewas pada Kamis (20/10/2011) setelah para petempur Libya merebut kota kelahirannya, Sirte. Para petempur berhasil menyusul konvoi Khadafy yang berusaha keluar dari Sirte setelah konvoi itu dihantam serangan udara NATO.
Pemerintah sementara Libya, Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan pemimpin Libya selama 42 tahun itu terbunuh dalam baku tembak meskipun masih hidup saat ditangkap.
Namun video-video yang beredar bertentangan dengan pernyataan resmi NTC. Khadafy tewas setelah ditangkap. Bahkan sejumlah video menunjukkan lelaki 69 tahun itu dihajar beramai-ramai.
Khadafy tewas bersama putranya Mutassim dan mantan menteri pertahanan Libya Abu Bakar Younis. Ketiganya sudah dimakamkan di sebuah lokasi di gurun yang dirahasiakan. Kuburan mereka pun tidak ditandai.
Pihak NTC sendiri menyatakan akan menyelidiki cara kematian Khadafy seperti yang didesakkan oleh PBB, sejumlah negara Barat, dan lembaga hak asasi manusia.

Khadafy Lenyap, Masalah Dinasti Muncul




Kotak amunisi berserakan tanpa dijaga di fasilitas penyimpanan di gurun, sekitar 100 kilometer selatan Sirte, Libya, Rabu (26/10). Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta sehari sebelumnya mengatakan, perhatian AS terfokus pada kemungkinan memberi bantuan medis kepada korban terluka dan mencegah penyebarluasan senjata militer ke tangan pihak yang tak bertanggung jawab.



Meski mantan penguasa Libya, Moammar Khadafy telah tewas hari Kamis (20/10), yang menandakan berakhirnya era Khadafy di Libya, masa depan negeri itu masih penuh spekulasi. Di antaranya yang dipertanyakan adalah peluang bagi sisa anggota keluarga Dinasti Senussi yang masih hidup saat ini untuk berkuasa kembali di Libya.
Dinasti Senussi adalah penguasa Libya sebelum ditumbangkan Kolonel Moammar Khadafy pada 1 September 1969.
Di antara anggota keluarga Dinasti Senussi yang masih hidup adalah Pangeran Idris bin Abdullah al-Senussi yang lahir pada 18 Januari 1957. Pangeran Idris yang selama ini menekuni bisnis tiba-tiba aktif melakukan wawancara dan berbicara politik dengan media Barat ataupun Arab menyusul revolusi Libya pada 17 Februari lalu. Ia selalu menegaskan siap kapan saja kembali ke Libya.
Pangeran Idris sering memperkenalkan diri sebagai tokoh oposisi Libya di pengasingan sekaligus pemimpin gerakan Sanusiyah. Ia lebih banyak tinggal di Inggris, Spanyol, dan Italia. Ia mulai mengklaim sebagai pemegang sah takhta Libya pada tahun 1989.
Pangeran Idris kini mendapat saingan dari saudara sepupunya, Mohammed al-Senussi (49), yang juga mengklaim berhak atas takhta Libya.
Idris al-Senussi yang lahir di Benghazi adalah putra ketiga dari pasangan Pangeran Sayyid Abdalla Abed al-Senussi (1919-1988) dan istri keduanya, Ghalia binti Nur Saleh. Ia berusia 12 tahun dan menempuh pendidikan sekolah dasar di Inggris ketika terjadi kudeta pada 1 September 1969. Saat itu ia diberi tahu tentang berita berakhirnya Dinasti Sanusiyah di Libya. Idris al-Senussi kemudian melanjutkan ke sekolah tinggi Brummana di Lebanon.
Idris al-Senussi menikah dua kali. Pernikahan pertama dengan Cindy Heles dan berakhir dengan perceraian pada tahun 1986 dengan memiliki seorang putri, Sayyida Alia binti Sayyid Idris al-Senussi.
Setelah itu, dia menikahi wanita aristokrat Spanyol, Ana Maria Quinones de Leon, 23 Maret 1987, dan dikaruniai putra bernama Sayyid Khalid bin Sayyid Idris al-Senussi.
Dinobatkan
Saat ayahnya, Abdalla Abed al-Senussi pada tahun 1988 wafat, keluarga besar Senussi menobatkan Pangeran Idris sebagai wakil keluarga melanjutkan perjuangan melawan kekuasaan Khadafy. Keluarga Senussi selama ini mengklaim bahwa gerakan Sanusiyah dianut dan menjadi payung sebagian besar suku-suku di Libya. Gerakan tersebut mengklaim akan memperjuangkan pembentukan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di bawah sistem monarki konstitusional.
Pada tahun 1991, Pangeran Idris mengklaim telah merekrut 400 mantan anggota militer Libya yang mendapat latihan dari dinas intelijen AS untuk melawan rezim Khadafy.
Pada Maret 2011 menjelang revolusi Libya, Idris al-Senussi mengadakan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pejabat dan kongres AS. Ia juga melakukan komunikasi dengan pejabat Perancis dan Arab Saudi.
Ketika ditanya apakah dia atau Mohammed al-Senussi yang berhak naik takhta sebagai raja, ia menjawab, dewan keluarga besar Senussi yang akan memutuskan siapa yang akan menjadi raja.
Akan tetapi, wacana kembalinya sistem monarki di Libya sama sekali tak terdengar dari para pemimpin ataupun rakyat Libya. Suatu hal yang pasti, Dewan Transisi Nasional (NTC) telah mengumumkan akan menggelar pemilu demokratis dalam kurun 8 bulan mendatang.
Siapa pun warga Libya tanpa pandang bulu, termasuk Pangeran Idris, berhak menjadi kandidat dalam pemilu mendatang. Pangeran Idris tentu harus menerima realitas bahwa sistem monarki sudah menjadi bagian sejarah Libya. Jika ingin kembali ke Libya, Pangeran Idris tampaknya harus mengakui proses baru lewat sistem republik demokratis. Ia bisa menjadi presiden atau perdana menteri jika disukai dan dipilih rakyat. (MTH)

Indonesia Bantu Korban Gempa Turki 1 Juta Dollar AS



  Bangunan hancur diguncang gempa 7,3 magnitud di Desa Tabanli, di timur Provinsi Van, Turki, Minggu (23/10/2011).



JAKARTA,  Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan senilai 1 juta dollar AS (sekitar Rp 8,8 miliar) kepada Pemerintah Turki untuk membantu korban gempa bumi di negara itu. Bantuan bersumber dari dana siap pakai yang dikelola Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Bantuan diserahkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono kepada Dubes Turki Murat Adali. Bantuan ini diberikan karena Pemerintah Turki telah meminta bantuan internasional," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu (2/11/2011).
Menurut Sutopo, Turki telah meminta bantuan internasional berupa tenda, rumah prefabrikasi, dan kontainer. Atas dasar itu, pada 31 Oktober 2011, Kementerian Urusan Uni Eropa, Uni Eropa, dan Bulan Sabit Merah Turki menandatangani kesepakatan hibah untuk penyediaan sekitar 1.200 unit perumahan sementara.
Rumah ini mengakomodasi 6.000 orang yang menjadi tunawisma setelah gempa di Provinsi Van. Hingga saat ini, bantuan internasional untuk Turki sudah terkumpul 63,44 juta dollar AS. Itu sudah termasuk 50 juta dollar AS yang disumbangkan oleh Kerajaan Arab Saudi.
Gempa bumi di Provinsi Van, Turki, menyebabkan 601 orang meninggal dunia, luka-luka 1.352 orang, dan bangunan hancur 2.262 unit.
Saat ini, cuaca tetap dingin, suhu bervariasi dari 6 derajat celsius pada siang hari hingga minus 2 derajat celsius pada malam hari.
Sampai saat ini, terjadi 1.792 gempa susulan di daerah yang terkena. Bantuan darurat terus meningkat dari hari ke hari dan saat ini ada tiga lokasi distribusi di kota. Kehidupan di Provinsi Van kembali normal dengan toko-toko dan pasar beroperasi secara normal.

Air Bah Rendam Kawasan Industri Bangkok




 
The Nation
Banjir di Bangkok telah menyebabkan Bandara Don Muang ditutup.



 Air bah akhirnya merendam kawasan Kawasan Industri Bangchan di Distrik Min Buri, kawasan timur Bangkok sejak Rabu (2/11/2011) siang. Sebelumnya, pihak penanggulangan banjir sudah melakukan upaya mulai dari pembersihan saluran pembuangan air demi melancarkan aliran banjir. Namun begitu, catat Bangkok Post, segala upaya itu tak menuai hasil.
Pihak manajemen kawasan itu juga sudah menemui para investor untuk memaparkan usaha mereka menanggulangi luncuran air dari kawasan utara berikut dampak yang ditimbulkan. Di kawasan itu memang sudah terbangun saluran-saluran menuju kanal San Saeb.
Kendati demikian, banjir yang bersamaan dengan pasang naik air laut memunculkan problem tersendiri. Makanya, pihak pemerintah dari awal sudah mengatakan kalau ketinggian air di kawasan industri tersebut bisa mencapai 3 meter di atas permukaan laut.
Sebelumnya, tujuh kawasan industri di Thailand sudah lebih dahulu kebanjiran. Ketujuh wilayah itu adalah empat di Ayutthaya yakni Hi-Tech, Bang Pa-in, Rojana, dan Factoryland. Lalu, dua lainnya di Provinsi Pathum Thani yaitu Nava Nakorn dan Bangkadi. Kenyataan itu membuat angka kerugian ekonomi tercatat di posisi 4,9 miliar dollar AS.
Terkini, ketinggian permukaan air di Kanal Saen Saep sudah berada di posisi 64 centimeter dari posisi sebelumnya, 62 centimeter.

Tuesday, November 1, 2011

Orang Sekitar PM Papandreou Sakit



 
AFP George Papandreou, akan umumkan rincian paket dana talangan EU dan IMF pada Minggu (2/5/10) pagi waktu setempat.



Boleh jadi terkena stres lantaran memikirkan jalan keluar dari krisis finansial, orang-orang sekitar Perdana Menteri Yunani George Papandreou jatuh sakit. Ada yang sakit perut biasa hingga serangan jantung.
Warta Xinhua ada Selasa (1/11/2011), mewartakan, paling anyar adalah Deputi Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos. Meski dalam ukuran beberapa jam, Venizelos sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Athena lantaran ia mengeluh perutnya sakit. Masuk pada Selasa pagi, Venizelos diperkenankan pulang pada siang harinya.   Sebelumnya, pada Kamis pekan lalu, dua dari anggota delegasi Yunani juga terpaksa dirawat sementara di rumah sakit di Brussels, Belgia. Waktu itu, mereka tengah mengikuti sidang marathon pada konferensi tingkat tinggi Uni Eropa (UE).
Tak hanya itu, ekonomi penasihat Papandreou, Yorgos Glynos terkena serangan jantung belum lama ini. Lalu, Ketua Penasihat Ekonomi pada Kementerian Keuangan Yunani Yorgos Zanias juga terkena stres.

Inikah Tempat Kehidupan di Bumi Bermula?



 
Serpentinite di Isua. 
 
 
Di manakah tempat kehidupan di Bumi bermula? Ilmuwan dari Laboratorium Geologi Lyon, Perancis, bidang studi Bumi, Planet, dan Lingkungan melakukan penelitian untuk memecahkan pertanyaan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitiannya, ilmuwan mengungkapkan, tempat kehidupan di Bumi bermula adalah di lumpur gunung api di Isua, bagian barat daya Greenland. Kesimpulan itu diambil setelah para ilmuwan meneliti serpentinite, batuan yang terdiri dari mineral serpentine, sebuah mineral yang terdiri dari senyawa magnesium, besi, silikat, dan air.
Serpentinite biasa ditemukan di ventilasi hidrotermal Bumi, suatu lubang yang mempertemukan air dan gas panas dari dalam Bumi. Serpentinite terbentuk ketika air laut meresap ke bagian atas mantel Bumi, pada kedalaman sekitar 200 meter dari dasar laut. Serpentinite biasa dipakai untuk dekorasi dan perhiasan.
Berdasarkan teori yang berkembang selama ini, kehidupan berkembang di tempat yang dekat dengan lokasi ventilasi hidrotermal. Kekayaan hidrogen, metana, dan ammonia yang ada di ventilasi hidrotermal sangat mendukung munculnya kehidupan. Sayangnya, ventilasi hidrotermal sangat asam sehingga menyulitkan senyawa kehidupan seperti asam amino untuk stabil.
Dalam penelitian, ilmuwan mempelajari serpentinite dari Isua. Diketahui, serpentinite dari Isua adalah salah satu yang tertua, berusia 3,8 miliar tahun. Menggunakan isotop seng sebagai indikator keasaman lingkungan, para ilmuwan menelaah karakter dasar cairan yang meresap ke serpentinite Isua untuk mengetahui apakah mineral serpentinite itu terbentuk dalam kondisi yang mendukung kehidupan.
Para ilmuwan juga membandingkan serpentinite dari Isua dengan dari Laut Artik, Alpen, dan Meksiko. Hasil penelitian menunjukkan serpentinite dari Isua lebih mampu mendukung kehidupan daripada yang lain.
Dahulu, serpentinite ini diresapi oleh cairan basa yang kaya akan mineral karbonat, menciptakan lumpur gunung api yang kini juga terdapat di Pulau Mariana, Pasifik. Lingkungan lumpur gunung api serpentine itulah tempat di mana kehidupan mungkin muncul, diawali dengan pembentukan asam amino, molekul pembangun protein yang dipercaya sebagai molekul inti kehidupan selain DNA dan RNA.
Kehidupan yang muncul tentu saja yang bisa bertahan di lingkungan ekstrem. Diprediksi masih berupa bakteri yang sangat primitif, yang bisa tahan dalam kondisi asam dan panas. Pastinya juga bukan kehidupan yang berbasis pada ketersediaan oksigen, tetapi metana.

Misteri Supernova Berusia 2.000 Tahun Terungkap



 
Ilustrasi Supernova RCW 86 yang disaksikan astronom Cina pada 185 AD.



Astronom dengan bantuan dua teleskop NASA, Spitzer dan WISE atau Wide-field Infrared Survey Explorer, berhasil memecahkan misteri supernova berusia 2.000 tahun. Usia yang disebut merujuk pada rentang waktu antara penemuan supernova dengan saat ini.
Supernova itu bernama RCW 86 dan berlokasi 8.000 tahun cahaya dari Bumi. Supernova tersebut dijumpai astronom China pada tahun 185 Masehi dan tampak di langit saat itu selama 8 bulan. Astronom China saat itu menyebutnya sebagai "guest star". Baru pada tahun 1960, diketahui bahwa RCW 86 adalah supernova.
Misteri dari supernova itu adalah bentuk bulat yang lebih besar dari yang biasanya. Astronom mengatakan, jika supernova meledak saat ini serta dilihat dalam cahaya inframerah, maka ruang yang diambil lebih besar dari ruang bulan purnama.
Lewat penelitian, astronom menemukan bahwa supernova tersebut merupakan supernova Tipe Ia. Sebelumnya, supernova itu adalah bintang yang menyusut menjadi bintang katai putih, menghisap material dari bintang sahabat yang berlokasi di dekatnya, kemudian meledak.
"Ledakan bintang katai putih menyerupai abu asap yang berasal dari api. Jika Anda punya bahan bakar, maka itu akan meledak," ujar Brian Williams, astronom North Carolina State University, Raleigh, seperti dikutip Space.com.
Studi juga menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya, bintang katai putih bisa menciptakan ruang kosong di sekitarnya sebelum meledak. Adanya ruang kosong inilah yang bisa membuat sisa-sisa RCW 86 tampak lebih besar dari umumnya. Menurut astronom, ruang kosong memungkinkan material dikeluarkan dengan leluasa bersama gas dan debu. Ruang kosong juga memungkinkan sisa-sisa bintang tersebar.
"Astronomi modern berhasil mengungkap satu misteri kosmos berusia 2.000 tahun untuk mengungkap misteri yang lainnya. Kini dengan banyak observatorium yang memperkaya kita tentang wawasan kosmos, kita bisa mengagumi fisika di balik kematian bintang ini, dengan masih menyimpan rasa kagum seperti astronom kuno," kata Bill Danchi, ilmuwan program Spitzer dan WISE di NASA.

Ditemukan Fosil Sepasang Kekasih Berusia 1.500 Tahun




Fosil sepasang kekasih yang berusia 1500 , ditemukan di Italia.



Arkeolog asal Italia menemukan fosil sepasang pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan. Fosil pria wanita itu ditemukan di Italia bagian utara dan berasal dari abad kelima-keenam sehingga diperkirakan sudah berusia 1.500 tahun. Bersama fosil itu, arkeolog juga menemukan sebuah cincin perunggu yang dikenakan oleh fosil wanita. Arkeolog berpendapat, fosil tersebut mungkin saja sepasang kekasih.

"Kami percaya bahwa mereka dahulu terkubur dengan wajah saling memandang. Posisi fosil pria menunjukkan bahwa kepalanya terputar sebelum mati," kata Donato Labate, Direktur Ekskavasi dari Emilia-Romagna.

Selama penggalian, di kedalaman tiga meter, arkeolog menemukan 11 pekuburan. Fosil pasangan pria wanita ini ditemukan pada pekuburan yang ke-11.Selain itu, di kedalaman 7 meter juga ditemukan puing-puing bangunan kuno Roma.

Labate mengungkapkan, manusia yang memfosil tersebut kemungkinan mati karena banjir melanda Sungai Tiepido pada 589, seperti dikisahkan Paul the Deacon.

Kristina Killgrove, pakar antropologi biologi dari University of North Carolina, mengatakan bahwa penemuan fosil yang tampak memiliki hubungan dan mati bersamaan bukan hal yang aneh.

"Tidak mengejutkan menemukan pasangan atau anggota keluarga mati bersama. Adanya epidemi, seperti black plague, yang menyerang Eropa bisa menyebabkan anggota keluarga mati ketika ingin menguburkan anggota keluarga lainnya," kata Killgrove.

Tahun 2007, pernah juga ditemukan fosil pasangan berusia sekitar 5.000-6.000 tahun di situs Neolitik dekat Mantua, 40 kilometer utara Verona. Fosil sepasang kekasih itu kini tengah dipelajari lebih lanjut oleh Giorgio Gruppioni, antropolog dari University of Bologna. Riset yang akan dilakukan terkait umur, hubungan keduanya, dan sebab kematian.

Asteroid Dekati Bumi Bulan Ini



 
Asteroid 2005 YU55 yang akan mendekati Bumi 8 November 2011 mendatang.




Sebuah asteroid sebesar pesawat terbang akan melayang mendekati Bumi bulan ini. Nama asteroid itu adalah 2005 YU55 dan akan melayang pada ketinggian 320.000 km pada 8 November 2011 minggu depan.
Peristiwa lewatnya asteroid dengan ukuran hampir sama di ketinggian tersebut cukup langka. Berdasarkan catatan NASA, peristiwa serupa terakhir terjadi pada tahun 1976. Kunjungan asteroid 2005 YU55 kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak kunjungan terakhirnya 200 tahun lalu.
Saat mendekati Bumi, asteroid hanya bisa dilihat dengan teleskop, minimal berdiameter 15 cm. Juru bicara NASA yang tak disebut namanya seperti dikutip Daily Mail, Senin (31/10/2011), mengatakan, "Kami berharap bisa mendapatkan citra yang bisa menggambarkan detail tentang permukaan asteroid itu, bentuk, dimensi, dan karakteristik fisik yang lainnya."
Dr Emily Baldwin, editor majalah Astronomy Now mengungkapkan, "Studi tentang asteroid tidak hanya penting untuk mengetahui potensi tumbukan dengan Bumi, tetapi juga untuk memahami sejarah Tata Surya kita."
Baldwin mengatakan, studi asteroid akan membantu ilmuwan memahami bagaimana planet terbentuk.
Asteroid 2005 YU55 pertama kali dicitrakan dengan bantuan Teleskop Radar Arecibo di Puerto Rico pada 19 April 2010. Meski kali ini melayang cukup dekat, asteroid tidak akan menghantam Bumi.
Aktivitas gerak asteroid 2005 YU55 dan benda-langit-dekat-Bumi lainnya telah dipantau NASA untuk mengetahui apakah berpotensi menghantam Bumi. Asteroid sendiri telah menjadi target pendaratan astronot pada tahun 2028.