Saturday, August 6, 2011

Molekul Oksigen Terdeteksi di Luar Angkasa



 
 
Astronom berhasil mendeteksi molekul oksigen di luar angkasa, tepatnya di Orion Nebula. Penemuan berhasil dilakukan dengan Herschel Space Observatory, misi yang dikelola European Space Agency (ESA) dengan menggunakan teknologi inframerah.
Sebelum penemuan ini, teleskop Odin milik Swedia pernah menemukan adanya molekul tak terkonfirmasi yang diduga oksigen pada tahun 2007. Dengan penemuan ini, keberadaan molekul vital bagi kehidupan ini semakin menjadi teka-teki.
"Gas oksigen ditemukan pada tahun 1770-an, tapi membutuhkan waktu lebih dari 230 tahun untuk bisa mengatakan bahwa molekul yang sebenarnya sederhana ini juga terdapat di luar angkasa," kata Paul Goldsmith, peneliti proyek Herschel.
Menurut Goldsmith, oksigen yang ditemukan di luar angkasa itu tersembunyi di partikel es yang membungkus debu angkasa. Jumlah molekul oksigen meningkat jika ada panas yang diterima molekul es, menyebabkan air terurai menjadi oksigen dan hidrogen.
Penemuan yang dipublikasikan di Astrophysical Journal itu menunjukkan, pencarian oksigen masih jauh dari selesai. Asal-usul dari molekul oksigen masih merupakan teka-teki bagi para peneliti. Dan, mereka akan terus menggunakan Herschel untuk mencari jawabannya.
Goldsmith mengatakan, secara teori seharusnya ada banyak atom oksigen yang terkunci dalam molekul oksigen, tetapi tak demikian yang ditemukan. "Kita tidak menemukan jumlah besar dari itu dan masih belum mengerti keistimewaan dari tempat di mana kita mendapatinya. Semesta masih menyimpan banyak misteri," kata Goldsmith.

1 comment:

Aa said...

Wah, super nih. :)

Post a Comment