Friday, October 7, 2011

Jibril: Khadafy Dilindungi Suku Tuareg


 
Moammar Khadafy dan pengawal-pengawal perempuannya.



BAGHDAD,  Perdana Menteri de facto Libya Mahmoud Jibril, Kamis (6/10/2011), meyakini bahwa pemimpin terguling Libya Moammar Khadafy masih bersembunyi di Libya selatan dengan perlindungan suku Tuareg. Diyakini pula, Khadafy sesekali menyeberang ke Niger.         
"Keamanan merupakan hal paling penting baginya. Sangat sulit untuk memastikan di mana tepatnya ia berada, bahkan selama sepuluh jam terakhir. Saya berharap dalam beberapa hari mendatang kami akan bisa memastikan keberadaannya," kata Jibril kepada Reuters selama kunjungannya ke Baghdad dalam rangka membahas pembentukan lagi hubungan diplomatik antara Tripoli dan Baghdad dan meminta negara mitra OPEC itu untuk membantu pembangunan di bidang perminyakan.      
Khadafy menjadi buronan sejak Dewan Transisi Nasional (NTC) menguasai ibu kota Libya, Tripoli, pada Agustus lalu. Ia berhasil menghindari penangkapan meski pasukan NTC memperoleh sejumlah petunjuk mengenai keberadaannya.
Saat ini upaya perburuan terhadap Khadafy tengah gencar dilakukan yang dipusatkan di gurun Sahara dekat perbatasan dengan Niger dan Aljazair. NTC sendiri saat ini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Khadafy.
Dari tempat persembunyiannya, Khadafy berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.
Negara-negara besar yang dipelopori AS, Perancis, dan Inggris membantu mengucilkan Khadafy dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan.      
Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rezim Khadafy telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.      
Negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain China, Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Gambia, Italia, Jordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol, dan AS.      
NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan menggalang dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel Moammar Khadafy.
Khadafy (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Hingga saat ini, Khadafy bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak.

No comments:

Post a Comment